Dinas KPKP pastikan pangan Jakarta aman jelang Ramadhan 2021

Dinas KPKP pastikan pangan Jakarta aman jelang Ramadhan 2021

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat melakukan kegiatan pengawasan pangan terpadu di Pasar Johar Baru, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2021). ANTARA/HO-Sudin Kominfo Jakarta Pusat/aa. (Handout Sudin Kominfo Jakarta Pusat)

Jakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan stok pangan di Ibu Kota masih aman bahkan berlimpah  menjelang Ramadhan 2021 yang diperkirakan mulai pada awal bulan April 2021.

"Berdasarkan pantauan petugas kami di lapangan 10 pangan strategis (beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah kriting, cabai rawit merah, gula pasir dan minyak goreng ) tersedia bahkan beras, gula pasir, minyak goreng tersedia cukup melimpah," kata pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Sudin KPKP Jakarta Utara ingin stok ATM Beras dipasok petani binaan

Menurut Suharini, masyarakat tidak perlu  khawatir dengan ketersediaan pangan menjelang Ramadhan 2021, karena dari gambaran stok pangan Jakarta menjelang Ramadhan kebutuhan untuk satu bulan ke depan, untuk beras dibutuhkan 82.334 ton tersedia 305. 313 ton; dan bawang merah dibutuhkan 2.484 ton tersedia 2.844 ton.

Kemudian bawang putih dibutuhkan 1.563 ton tersedia 1.747 ton; cabai merah kriting dibutuhkan 2.095 ton tersedia 2.117 ton; cabai rawit merah dibutuhkan 1.375 ton tersedia 1.406 ton; daging sapi dibutuhkan 1.965 ton tersedia 15.064 ton; dan daging ayam dibutuhkan 8.091 ton tersedia 8.900 ton.

Baca juga: DKI Jakarta segera gelar pasar murah

Lalu telur ayam diperlukan 7.399 ton tersedia 8.218 ton; gula pasir diperlukan 4.239 ton tersedia 11.184 ton; serta minyak goreng diperlukan 7.963 ton tersedia 24.121 ton.

Dalam mengamankan pangan, lanjut dia, Dinas KPKP akan melakukan koordinasi stok pangan dengan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Bulog, BUMD Pangan dan para pelaku usaha pangan (importir, distributor, asosiasi, dan pedagang).

"DKPKP juga akan terus berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan Kementan, DPPKUKM, Bulog untuk pelaksanaan gelar pangan murah dan operasi pasar untuk meringankan beban masyarakat jika terjadi kenaikan harga pangan," kata dia.

Baca juga: Dinas Pangan DKI siapkan gelar pangan murah cabai

Selain itu, DKPKP juga akan melakukan pemantauan harga dan stok pangan di pasar induk, pasar eceran/ pasar tradisional dan pasar modern.

Kemudian, DKPKP juga melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan segar hasil pertanian, perikanan dan peternakan di pasar induk, pasar tradisional, pasar modern dan sentra produksi bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) DKI Jakarta.

"Untuk menjamin mutu keamanan pangan DKPKP dan Balai Besar POM DKI Jakarta akan rutin mengelar pengawasan pangan guna menjamin pangan yang dikonsumsi warga Jakarta aman dari bahan kimia berbahaya seperti formalin, borax, residu pestisida, klorin, pewarna sintesis dan lainnya," ucap Suharini menambahkan.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021