Kendalikan penyebaran kasus, PPKM Mikro di Jatim diperpanjang lagi

Kendalikan penyebaran kasus, PPKM Mikro di Jatim diperpanjang lagi

Tangkapan layar data sebaran zonasi COVID-19 di Jatim berdasar data nasional hingga pukul 16.00 WIB, Jumat (19/03/2021). (FOTO ANTARA/HO-atgas COVID-19 Jatim).

Surabaya (ANTARA) - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Provinsi Jawa Timur kembali diperpanjang dengan harapan semakin mengendalikan penyebaran kasus COVID-19 di wilayah setempat.

"Kebijakan ada di pemerintah pusat, dan di Jatim juga termasuk provinsi yang PPKM Mikro-nya diperpanjang," kata juru bicara Satgas Kuratif COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat.

PPKM Mikro diberlakukan di Jatim telah dimulai sejak 9 Februari 2021 dan berakhir pada 22 Februari 2021, lalu diperpanjang 23 Februari 2021 sampai 8 Maret 2021, kemudian diperpanjang lagi pada 9 Maret 2021 hingga 22 Maret 2021.

Saat ini, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga telah mengirimkan edaran berupa Instruksi Mendagri Nomor 06 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM mikro, yakni mulai 23 Maret 2021 hingga 5 April 2021.

Ia menjelaskan di Jatim program PPKM I dan II, dilanjutkan PPKM mikro I, II dan saat ini III menunjukkan hasil signifikan atau semakin baik.

Anggota Satgas Kuratif COVID-19 Pemprov Jatim tersebut menjelaskan, selama pelaksanaan PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat di ruang isolasi biasa maupun unit perawatan intensif (ICU).

Selama PPKM tahap I dan II serta PPKM mikro I dan II, Bed Occupancy Ratio (BOR) isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79 persen menjadi 29 persen.

Menurut dia BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 49 persen atau artinya keterisian rumah sakit di Jatim sudah sesuai syarat dari WHO, yakni di bawah 60 persen.

Ia menambahkan bahwa terlihat saat awal tahun sempat delapan daerah memasuki zona merah atau risiko tinggi, lalu sekarang terdapat 16 daerah zona kuning (risiko rendah) dan 22 daerah lainnya zona oranye (risiko sedang).

Sementara itu, dari rapat evaluasi PPKM Mikro bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Jatim, terpantau progres signifikan atau mampu dipertahankan, bahkan semakin turun angka kasusnya.

Di awal PPKM, di Jatim lebih dari 1.000 kasus positif per harinya, namun sejak PPKM Mikro angkanya menurun, dan tercatat dalam sepekan terakhir ini stabil di angka 300-400 kasus setiap hari.

"Di sisi lain, testing atau pengujian naik yaitu mencapai lebih dari 45 ribu per pekan dan positivity rate-nya mencapai 6 persen," kata dia.

Dokter muda lulusan University College London, Inggris itu juga mengingatkan bahwa PPKM Mikro juga harus didukung penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta vaksinasi yang agresif.

"Tetap disiplin protokol kesehatan. Meski sudah vaksin, tapi jangan sampai lengah," demikian Makhyan Jibril Al Farabi.

Baca juga: Gubernur: Jatim perpanjang PPKM Mikro untuk turunkan kasus COVID-19

Baca juga: Pemprov Jatim kembali perpanjang PPKM Mikro kendalikan COVID-19

Baca juga: Khofifah: PPKM Mikro efektif turunkan penyebaran COVID-19

Baca juga: Pemkot klaim PPKM skala mikro turunkan kasus COVID-19 di Madiun


 
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021