Penambahan pasien sembuh COVID-19 Jakarta Senin (22/3) sebanyak 1.726

Penambahan pasien sembuh COVID-19 Jakarta Senin (22/3) sebanyak 1.726

Petugas medis melakukan vaksinasi kepada warga lanjut usia di Jakarta Selatan, Senin (22/3/2021). (ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta Selatan)

Jakarta (ANTARA) - Penambahan pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta pada  Senin (22/3) sebanyak 1.726 orang sehingga membuat kumulasi total pasien sembuh naik dari 357.100 menjadi 358.826 orang.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, Senin, secara persentase total pasien sembuh dibanding kasus positif besarannya masih sama dibanding hari sebelumnya yakni 96,4 persen.

Dengan penambahan pasien sembuh COVID-19 sebanyak 1.726 kasus mempengaruhi jumlah kasus aktif yang masih dirawat atau diisolasi, yang mengalami penurunan 271 orang dari jumlah sebelumnya 7.322 orang, sehingga menyebabkan total kasus aktif saat ini sebesar 7.051 orang.

Baca juga: Kelurahan Rawamangun sediakan lima bus sekolah dukung vaksinasi lansia

Kumulasi total kasus positif COVID-19 di Jakarta sebanyak 372.056 kasus ini sendiri, terjadi setelah adanya penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 1.474 kasus pada Senin tanggal 22 Maret 2021 yang menyebabkan kumulasi kasus positif COVID-19 meningkat dari jumlah sebelumnya sebanyak 370.582 kasus.

Penambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta  sebanyak 1.474 kasus ini, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada sehari sebelumnya yakni pada  Minggu (21/3).

Baca juga: Doa dan ikhtiar lansia menuju kekebalan kelompok

Untuk data tes PCR pada 21 Maret 2021 yang masuk hari Senin ini, memiliki rincian dilakukan tes pada 10.911 spesimen, di mana dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.183 orang adalah yang baru dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.474 positif dan 6.709 negatif.

Selama sepekan, penambahan kasus positif harian sebanyak 1.474 kasus pada hari Senin ini, lebih tinggi dibanding penambahan kasus pada hari Rabu (17/3) sebanyak 1.330 kasus, dan pada hari Selasa (16/3) sebanyak 835 kasus.

Akan tetapi, penambahan kasus positif harian sebanyak 1.474 kasus pada hari Senin ini, masih lebih rendah dibanding penambahan kasus positif pada hari Minggu (21/3) sebanyak 1.638 kasus, pada hari Sabtu (20/3) sebanyak 1.937 kasus, pada hari Jumat (19/3) sebanyak 1.588 kasus, pada hari Kamis (18/3) sebanyak 1.719 kasus, pada hari Senin (15/3) sebanyak 1.555 kasus, terlebih jika dibandingkan dengan penambahan kasus pada hari Minggu (7/2) sebanyak 4.213 kasus yang merupakan penambahan tertinggi selama pandemi.

Baca juga: Jaksel nihil zona merah COVID-19

Dari data yang ada, penambahan sebanyak 4.213 kasus pada hari Minggu (7/2) itu juga pemegang rekor dalam kategori temuan kasus hasil tes harian yang dilaporkan (temuan asli), dengan rincian merupakan hasil tes PCR pada hari Sabtu (6/2).

Dari kumulasi total kasus COVID-19 sebanyak 372.056 kasus pada hari Senin ini, sebanyak 6.179 orang di antaranya meninggal dunia setelah adanya tambahan 19 orang meninggal dari angka sebelumnya 6.160 orang. Angka tersebut senilai 1,7 persen (sama seperti sebelumnya) dari jumlah total kumulasi kasus positif.

Dari jumlah tes, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Senin ini, tercatat di angka 12,8 persen (naik dari sebelumnya 12,7 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan persentasenya tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Bulan Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Senin ini, adalah sebesar 11,2 persen (sama seperti sebelumnya).

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Menghindari kerumunan.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021