Pertamina minta masyarakat waspadai hoaks pembebasan lahan di Tuban

Pertamina minta masyarakat waspadai hoaks pembebasan lahan di Tuban

Dokumentasi - Pekerja menggunakan alat berat untuk pelaksanaan pemulihan (restorasi) garis pantai proyek kilang minyak "Grassroot Refinery" (GRR) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2019). ANTARA FOTO/Moch Asim.

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), usaha patungan antara Pertamina dan Rosneft Rusia, meminta masyarakat untuk mewaspadai aksi tidak bertanggungjawab oknum yang mencatut nama perusahaan terkait pembebasan lahan di Tuban, Jawa Timur.
 
Corporate Affairs PRPP Yuli Wahyu Witantra memastikan bahwa Nota Kesepahaman tanggal 7 September 2020 tentang pelaksanaan proses pembebasan lahan untuk pembangunan sarana dan prasarana kilang minyak perseoran tersebut adalah palsu.
 
“Kami meminta masyarakat untuk tidak percaya dan berhati-hati dengan adanya penipuan berbekal MoU palsu tersebut," kata Yuli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
 
Sejak Juli 2020, kata Yuli, Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia tidak pernah lagi mengadakan proses pengadaan lahan baru untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) di Tuban.
 
Merujuk Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012, Pertamina selaku induk usaha PRPP menggunakan sistem konsinyasi melalui pengadilan untuk menuntaskan sisa pembebasan lahan.
 
"Dengan kata lain, tidak ada lagi proses pembebasan lahan yang berjalan di lapangan, apalagi proses tidak langsung melalui penunjukan pihak ketiga," tambah Yuli.
 
Sementara itu, Presiden Direktur Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia Kadek Ambara Jaya menyayangkan adanya pihak tidak bertanggungjawab yang merugikan masyarakat di tengah situasi pandemi, melalui praktik penipuan yang mencatut nama join venture tersebut.
 
“Dalam menjalankan pengadaan lahan proyek strategis GRR Tuban, kami selaku pelaksana proyek selalu mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku dan mengedepankan ganti untung yang adil kepada masyarakat terdampak. Prinsip kami adalah mengedepankan sinergi dan dampak positif bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek,” kata Kadek.
 
Proses pembebasan lahan warga seluas 377 hektare sudah rampung dilaksanakan akhir tahun 2020. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang meliputi Desa Sumurgeneng, Desa Wadung, dan Desa Kaliuntu.
 
Sebagai salah satu proyek strategis nasional, kilang GRR Tuban ditargetkan beroperasi pada 2026 dan diperkirakan menyerap sekitar 20.000 tenaga kerja pada saat konstruksi proyek, serta kurang lebih 2.000 tenaga kerja setelah proyek beroperasi.

Baca juga: BKPM: Pembebasan lahan proyek kilang Pertamina-Rosneft hampir rampung
Baca juga: Pertamina integrasikan kilang TPPI dengan GRR Tuban
Baca juga: Pertamina-Rosneft sepakati kontrak desain Kilang Tuban
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021