Sudin KPKP Jakut awasi produk segar asal tumbuhan di lima pasar

Sudin KPKP Jakut awasi produk segar asal tumbuhan di lima pasar

Petugas Pengawasan Pangan Terpadu dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengecek kondisi komoditi pertanian produk segar asal tumbuhan (PSAT) di pasar Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (25/3/2021). (ANTARA/ Dok. Kepala Suku Dinas KPKP Unang Rustanto)

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara dan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta mengawasi komoditi pertanian produk segar asal tumbuhan (PSAT) di lima pasar Jakarta Utara, Kamis (25/3).

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara Unang Rustanto mengatakan pengawasan perdana di lima titik pasar di Kecamatan Tanjung Priok itu dilakukan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, mengingat pasar memiliki posisi penting dalam menyediakan pangan yang aman.

Baca juga: Isi liburan Sudin KPKP Jaksel hadirkan demo masak tanaman 'Superfood'

"Mengingat begitu besarnya tingkat ketergantungan masyarakat terhadap pasar untuk mendapatkan pangan segar, pengawasan keamanan pangan segar di pasar menjadi sangat penting dilakukan. Kami melakukan pengawasan pada lima pasar seperti Pasar Sunter Podomoro, Pasar Pelita, Pasar Sunter Kirana, Pasar Anyar Bahari dan Pasar Sungai Bambu," kata Unang.

Sasaran operasi kali itu yaitu komoditi pertanian PSAT, kata Unang, karena komoditi ini merupakan produk yang sering dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Baca juga: TP-PKK Jaksel gelar lomba unik menanam sayuran dalam botol bekas

Karena itu, menurut dia, penjamin mutu dan keamanan produk pertanian PSAT yang beredar di masyarakat harus diawasi mulai dari tahapan produksi, panen, pasca-panen, proses distribusi sampai kepada konsumen.

"Ada 24 jenis yang kami awasi seperti buah (apel, jeruk), beras, cabe merah, cabe rawit, tomat, sayuran (buncis, sawi atau caisim, sawi sendok atau pakcoy, brokoli, kembang kol, wortel, kacang panjang) dan sebanyak 116 dijadikan sampel," kata Unang.

Baca juga: Jakarta Barat juga panen serentak ratusan kilo sayuran dan ikan

Unang berharap pengawasan yang dilakukan itu dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas masyarakat Jakarta Utara.

"Masyarakat mendapatkan pangan yang aman, pangan yang bebas dari pencemaran, baik secara kimia, mikrobiologi, atau zat renik. Dan yang terpenting dari lima pasar yang kami awasi didapatkan fungsi pangan yang aman dan dapat memenuhi kebutuhan gizi harian empat sehat lima sempurna yang dibutuhkan terlebih di masa pandemi COVID-19," kata Unang.
Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021