Pangdam Udayana: Masalah perbatasan di darat-laut tak boleh diabaikan

Pangdam Udayana: Masalah perbatasan di darat-laut tak boleh diabaikan

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. ANTARA/Ayu Khania Pranisitha

Denpasar (ANTARA) -
Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan, masalah perbatasan baik darat maupun laut dengan negara tetangga tidak boleh diabaikan.

Menurutnya, TNI sebagai alat pertahanan negara memiliki tugas mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman.
 
"Situasi global yang berkembang dan berpengaruh cukup besar bagi tatanan kehidupan, hingga krisis yang timbul menjadi potensi atau faktor pendorong terjadinya sumber konflik yang dapat berakhir dengan penggunaan kekuatan militer," kata dia, dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Bali, Kamis.

Baca juga: Satgas Pamtas RI-Timor Leste intensif berpatroli sosialisasi prokes
 
Ia mengatakan situasi global yang berkembang saat ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap tatanan dan pola pikir serta pola tindak kehidupan berbangsa di dunia, terutama dengan banyaknya krisis yang timbul, pemanasan global dan semakin terbatasnya sumber daya alam yang tersedia, serta pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia.
 
Ia menyatakan, untuk mempertahankan kedaulatan negara diperlukan kesiapan langkah yang tepat dan cepat untuk mengantisipasi kontijensi yang dapat terjadi di wilayah.

Baca juga: Cegah COVID-19, NTT tutup pintu perbatasan ke Timor Leste
 
Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Rencana Tindakan Kontijensi Kotamaops TNI 2022 Wilayah Kogabwilhan II dan Kogabwilhan III, di Badung, Bali, Asops Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Arios Tiopan Aritonang, mengatakan, konstelasi ancaman yang semakin kompleks terhadap situasi nasional suatu negara di dunia berubah dengan sangat cepat.

Hal ini dapat berpengaruh terhadap dinamika dari lingkungan strategis secara global dan regional yang memberikan dampak multidimensi terhadap kebijakan pemerintah atau negara Indonesia.

Baca juga: Dua jet tempur F-16 patroli perbatasan Indonesia-Timor Leste-Australia
 
"Menyikapi dan mencermati berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan yang mempengaruhi dinamika lingkungan strategis, maka TNI sebagai komponen utama pertahanan negara dituntut memiliki rencana strategis sebagai salah satu wujud kesiapsiagaan TNI yang harus disiapkan sejak dini," kata dia.
 
Selanjutnya, terkait rencana penggunaan kekuatan TNI dalam menghadapi potensi ancaman terhadap keutuhan dan kedaulatan perlu diambil langkah dan tindakan tepat yang disesuaikan dengan skala prioritas berdasarkan perkiraan ancaman yang ditetapkan di wilayah masing-masing.

Baca juga: Pos lintas batas dengan Timor Lesta akan ditambah
 
Ia mengatakan, untuk memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman keutuhan dan kedaulatan NKRI, maka diperlukan pertahanan yang melibatkan dan diintegrasikan dengan kekuatan lainnya. Hal ini bertujuan dalam menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul di wilayah tanggung jawab masing-masing.
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021