Wali Kota Makassar jenguk korban bom Gereja Katedral di rumah sakit

Wali Kota Makassar jenguk korban bom Gereja Katedral di rumah sakit

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat mengunjungi korban ledakan bom bunuh diri, di RS Bhayangkara Makassar, Minggu (28/3/2021). ANTARA/HO/Humas Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendatangi rumah sakit menjenguk para korban bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido untuk memberikan semangat dan dukungan moral atas kejadian yang menimpa mereka.

"Semoga segera pulih ya pak, kami akan berikan pelayanan medis terbaik untuk bapak dan ibu agar dapat segera pulih kembali dan kembali beraktivitas seperti sedia kala," ujar Moh Ramdhan Pomanto, di Makassar, Minggu.

Kunjungan ke RS dilakukan Wali Kota Makassar setelah dirinya melakukan pertemuan dengan para pastor keuskupan Gereja Katedral Makassar, dan memantau situasi di lokasi kejadian bom bunuh diri di Jalan Kajaolalido, Makassar.

Danny Pomanto saat mengunjungi para korban, didampingi Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Sumangerukka, dan pejabat lainnya.

Di hadapan para korban, Danny sedikit berbincang dengan para korban dan berjanji akan memberikan pelayanan terbaik kepada para korban.

Berdasarkan data, korban peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulsel, bertambah menjadi 14 orang.

"Bertambah 14 orang. Jadi 14 korban saat ini sedang dirawat di rumah sakit terdekat, tentunya berasal dari korban luka, karena ledakan bom di TKP, " ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan.

Seluruh korban sudah dievakuasi ke tiga rumah sakit, masing-masing RS Bayangkara, RS Stella Maris, dan RS Pelamonia. Saat ini tim gabungan terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Sementara (korban) ada di rumah sakit terdekat, nanti kami jelaskan, saat ini masih dilakukan olah TKP," katanya kepada wartawan.

Informasi terbaru, korban akibat ledakan bom bunuh diri ini bertambah menjadi 20 orang, namun sebagian korban luka ringan bisa menjalani rawat jalan, sebagian lain yang perlu penanganan lebih lanjut dipusatkan di RS Bhayangkara Makassar.
Baca juga: Setelah ledakan bom di Makassar, Polri anjurkan ibadah secara virtual
Baca juga: Kapolri minta masyarakat tidak panik setelah ledakan bom di Makassar
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021