Perbanas dan IBI dukung percepatan program vaksinasi

Perbanas dan IBI dukung percepatan program vaksinasi

Dokumentasi. Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Ketua Steering Committee Indonesia Banking Expo (IBEX) 2018 Tigor M. Siahaan dalam konferensi pers mengenai IBEX 2018 di Jakarta, Rabu (14/11/2018). ANTARA/Calvin Basuki.

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) dan Ikatan Bankir Indonesia (IBI) mendukung percepatan program pemerintah dengan menyelenggarakan vaksinasi untuk para pekerja di sektor jasa keuangan.

Ketua Umum IBI Haryanto T Budimana mengatakan, vaksinasi merupakan program mulia pemerintah dalam melindungi keselamatan warganya dan pemerintah tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri.

"Maka itu, kami berinisiatif melakukan vaksinasi secara massal ke para pekerja di industri jasa keuangan. Dengan cara ini kami ikut mempercepat vaksinasi agar kehidupan kembali normal dan masyarakat merasa lebih aman ketika berinteraksi dengan para pekerja di sektor jasa keuangan," ujar Haryanto melalui keterangan di Jakarta, Rabu.

Haryanto menjelaskan, untuk tahap awal, vaksinasi di industri jasa keuangan akan diprioritaskan untuk para pekerja yang paling sering berinteraksi langsung dengan nasabah, seperti teller dan customer service.

Vaksinasi untuk pekerja di garda terdepan ini (frontliners) dapat memberikan rasa aman, baik untuk para pekerjanya maupun nasabah.

"Industri jasa keuangan itu merupakan jantungnya perekonomian. Di saat pandemi, jantung ini hanya bisa bekerja secara optimal jika kita mampu memberikan rasa aman bagi nasabah sekaligus melindungi keselamatan para pekerja. Kedua sisi ini selalu menjadi prioritas kami, maka itu percepatan vaksin menjadi sangat penting," kata Haryanto.

Kegiatan vaksinasi hari ini merupakan langkah awal. Tahap selanjutnya, Perbanas dan IBI akan memperluas pemberian vaksin kepada pekerja sektor jasa keuangan di daerah. Ekstensifikasi ini bertujuan agar vaksinasi tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh pelaku industri keuangan.

"Agar berdampak besar dan berjalan optimal, vaksinasi untuk para pekerja akan kami lakukan secara massif dan terukur, baik melalui program nasional maupun melalui vaksin mandiri," ujar Haryanto.

Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, pada acara vaksinasi yang dihadiri Presiden Joko Widodo ini, pelaku industri juga memberikan vaksinasi untuk lansia. Program #PerbankanPeduli hari ini menjangkau lebih dari 300 lansia.

"Prinsipnya, setiap melakukan vaksinasi ke satu orang pekerja, kami juga memberikan vaksinasi untuk lansia. Program ini rencananya akan kami lakukan pula di beberapa kota lainnya," ujar Kartika.

Kartika menambahkan, program peduli terhadap lansia didasari pada keyakinan bahwa kelompok masyarakat berusia lanjut merupakan pihak paling rentan dari penyebaran virus COVID 19. Dengan memprioritaskan para lansia, maka secara tidak langsung turut memberikan perlindungan yang maksimal kepada setiap keluarga dan masyarakat secara luas.

"Jika para lansia sudah mendapatkan vaksinasi, lalu kemudian generasi mudanya, maka kita bisa lebih cepat mencapai herd immunity. Ini akan menjadi titik balik kehidupan kita, termasuk titik balik proses pemulihan ekonomi," kata Kartika.

Herd immunity adalah perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan. Vaksinasi merupakan cara menciptakan kekebalan secara massif sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran COVID 19 secara efektif dan sistematis.

"Ini adalah ikhtiar kami bersama pemerintah. Kami bersyukur dapat memulai langkah awal yang baik ini. Semoga pandemi segera berlalu dan kita semua diberikan kesehatan," ujar Kartika.

Baca juga: Perbanas: Kondisi perbankan domestik masih baik dan kuat
Baca juga: Perbanas dorong perbaikan perilaku pasar di regulasi sektor keuangan
Baca juga: Sri Mulyani harap vaksinasi tingkatkan kepercayaan industri keuangan


 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021