PT PLN NTB luncurkan Listriqu sebagai wujud transformasi perusahaan

PT PLN NTB luncurkan Listriqu sebagai wujud transformasi perusahaan

Petugas PLN Unit Induk Wilayah NTB mengecek kWh pelanggan yang dilaporkan mengalami gangguan melalui aplikasi Listriqu. (ANTARA/HO/PLN)

Mataram (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan PLN Tarakan meluncurkan Listriqu sebagai wujud transformasi perusahaan dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan yang mengalami gangguan instalasi listrik di rumahnya.

Peluncuran Listriqu dilakukan secara virtual oleh Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Syamsul Huda, disaksikan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran, di Mataram, Kamis.

Huda menjelaskan Listriqu hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam pelayanan instalasi listrik dengan kualitas barang dan jasa yang baik serta harga yang terjangkau maupun tingkat keamanan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"NTB sudah menjadi inisiator implementasi Listriqu untuk unit PLN yang berada di luar Jawa, Madura, dan Bali. Ini pasti suatu kebanggaan tersendiri, apalagi untuk mewujudkan tidak mudah di tengah kondisi pandemi seperti saat ini," katanya.

Direktur Utama PLN Tarakan I Ketut Wiriana juga memberikan apresiasi kepada PT PLN Unit Induk Wilayah NTB atas keberhasilannya mengimplementasikan Listriqu.

"Semoga PLN NTB dan PLN Tarakan ke depan dapat terus berkolaborasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat," ujar Ketut.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran mengatakan dengan hadirnya Listriqu, pelanggan yang mengalami gangguan instalasi rumah cukup melaporkan melalui aplikasi yang saat ini telah tersedia di playstore. Laporan akan masuk ke dashboard CC Listriqu dan akan diteruskan ke petugas.

Setelah petugas Listriqu menerima order pekerjaan, maka petugas akan langsung datang ke lokasi pelanggan untuk melakukan perbaikan. Apabila diperlukan, penggantian material juga dapat dilakukan langsung oleh petugas dengan terlebih dahulu menginformasikan kepada pelanggan.

Untuk menjaga transparansi, biaya yang timbul juga akan muncul pada aplikasi Listriqu.

"Setelah dilakukan pembayaran, maka petugas Listriqu akan segera melakukan perbaikan sesuai dengan rincian yang telah disepakati," katanya pula.

Berdasarkan laporan gangguan yang masuk ke PLN melalui kanal pengaduan yang telah disediakan PLN, sepanjang 2020 terdapat 16.297 laporan atau sebesar 12 persen dari laporan yang masuk, dengan sumber gangguan adalah pada instalasi listrik di rumah pelanggan. Laporan gangguan instalasi listrik pelanggan naik menjadi 13 persen dari total laporan pada Februari 2021.
Baca juga: NTB dan PLN hadirkan 152 kendaraan listrik buatan IKM
Baca juga: PLN NTB siapkan infrastruktur pendukung kendaraan bermotor listrik
Pewarta : Awaludin
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021