Dua warga Australia dibebaskan dari tahanan rumah di Myanmar

Dua warga Australia dibebaskan dari tahanan rumah di Myanmar

Seorang pengunjuk rasa yang terluka duduk di mobil tahanan usai diamankan polisi saat aksi protes menentang kudeta militer di Kota Yangon, Myanmar, Jumat (26/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/wsj.

Melbourne (ANTARA) - Sepasang suami istri asal Australia telah dibebaskan dari tahanan rumah di Myanmar dan diizinkan meninggalkan negara itu tanpa dakwaan, kata salah satu dari pasangan konsultan bisnis itu, Minggu (4/4).

Christa Avery dan suaminya Matthew O'Kane pada Maret, ketika mereka akan naik pesawat pulang ke Australia, tidak diizinkan meninggalkan Myanmar.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari dengan menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

"Saya tentu saja sangat lega sudah dibebaskan dan dalam perjalanan pulang bersama suami saya, Matt," kata Avery melalui pernyataan.

"Walaupun saya tahu saya tidak melakukan kesalahan, sangat tertekan karena ditahan sebagai tahanan rumah selama dua minggu."

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengatakan telah memberikan dukungan bagi keberangkatan pasangan itu dari Yangon pada 4 April.

"Kami menyambut baik pembebasan mereka," kata seorang perwakilan departemen dalam pernyataan melalui surat elektronik.

Warga Australia lainnya, Sean Turnell, yang merupakan penasihat ekonomi Suu Kyi, telah ditahan tak lama sejak tentara merebut kekuasaan. Sekarang ia berada di penjara.

"Saya berharap meskipun Sean tidak bisa segera dibebaskan, setidaknya dia bisa dipindahkan ke tahanan rumah demi kesehatan fisik, mental, dan emosionalnya," kata Avery.

Pihak berwenang mengatakan Turnell sedang diselidiki, tetapi belum mengumumkan dakwaan apa yang dikenakan terhadapnya.

Seorang pengacara Suu Kyi mengatakan pekan lalu bahwa yang ia tahu adalah bahwa Turnell menghadapi dakwaan terkait Undang-Undang Rahasia Resmi.

Namun, belum ada pemastian soal dakwaan apa yang dijatuhkan terhadap Turnell.

Sejak kudeta, sudah lebih dari 2.500 orang yang ditahan, menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.
Baca juga: Australia minta militer Myanmar bebaskan penasihat ekonomi Australia
Baca juga: Australia tangguhkan kerja sama pertahanan dengan Myanmar


Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021