DN PIM tidak setuju skeptisme warga atas aksi terorisme

DN PIM tidak setuju skeptisme warga atas aksi terorisme

Din Syamsuddin. ANTARA/Katriana/aa.

Jakarta (ANTARA) - Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN PIM) tidak setuju dengan adanya keraguan dan skeptisme kalangan tertentu terhadap adanya aksi teror di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan dan di Mabes Polri, Jakarta, sepekan silam.

"Banyak di media sosial (mengungkapkan) semacam skeptisme, keraguan tentang teror-teror yang terjadi, jelas kami tidak setuju," kata Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN PIM) M. Din Syamsuddin dalam acara seminar daring bertajuk Sarasehan Kebangsaan, Aksi Teror Mengapa Terulang Lagi?" di Jakarta, Senin.

Untuk itu, pihaknya dan para anggota Inter Religious Council (IRC) Indonesia mengeluarkan pernyataan yang berisi penolakan terhadap aksi teror di Indonesia dan meminta aparat keamanan, khususnya Polri agar menuntaskan kasus teror di Indonesia serta mengungkap dalang di balik aksi yang meresahkan masyarakat tersebut.

"IRC mengeluarkan pernyataan yang hari ini dikirim ke New York (yang berisi) menolak dan kami tidak mau berkompromi sama sekali dan pernyataan standar, agar aparat keamanan terutama Kepolisian khususnya menyingkap secara tuntas dan mengumumkan aktor intelektualnya," kata mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini.

Baca juga: Pengamat: Masyarakat harus peka lingkungan cegah terorisme
Baca juga: PP Muhammadiyah paparkan faktor terorisme sulit dihentikan


Sebelumnya, teror bom bunuh diri dilakukan dua orang terduga teroris di Gereja Katedral Hati Yesus Yang Maha Kudus di Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) pagi.

Pelaku adalah pasangan suami-istri yang baru menikah sekitar enam bulan lalu, meledakkan bom yang mereka bawa sehingga mereka tewas di tempat kejadian. Pelaku pria berinisial L dan perempuan YSF atau D.

Keduanya tergabung dalam kelompok kajian di Vila Mutiara, Makassar, merupakan anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS.

Tiga hari kemudian, yakni pada Rabu (31/3), Mabes Polri dikejutkan dengan penyusupan terduga teroris perempuan berinisial ZA ke kompleks Mabes Polri.

Terduga teroris tersebut sempat menodongkan senjata api kepada aparat yang sedang bertugas di sekitar gerbang Mabes Polri.

Tidak menunggu lama, ZA langsung dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas, karena dinilai telah mengancam keselamatan.

Baca juga: Panglima TNI : Bangun Poskotis cegah gerakan teroris
Baca juga: Ketua DPD RI miris aksi terorisme libatkan milenial
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021