Iran, AS disebut akan diskusi tak langsung terkait nuklir di Wina

Iran, AS disebut akan diskusi tak langsung terkait nuklir di Wina

Dokumentasi - Suasana pembangunan kembali reaktor nuklir air berat di Kota Arak, Iran, Senin (23/12/2019). (ANTARA FOTO/West Asian News Agency via REUTERS/wsj.)

Dubai (ANTARA) - Iran dan Amerika Serikat akan melakukan pembicaraan secara tidak langsung di Wina pada Selasa dengan tujuan untuk membawa kedua negara kembali ke kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan oleh Washington tiga tahun yang lalu.

Iran terus melangkahi batas perjanjian pada program nuklirnya sebagai tanggapan atas penarikan Washington dari perjanjian pada 2018 dan penerapan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Republik Islam itu.

Sementara Teheran telah berulang kali menolak "negosiasi langsung dan tidak langsung" dengan musuh lamanya, Washington mengatakan pada  Senin pihaknya memperkirakan pembicaraan tidak langsung dengan Iran tentang menghidupkan kembali kesepakatan akan sulit. Baik Teheran dan Washington tidak melihat adanya terobosan awal.

Baca juga: Menlu Irlandia akan bertemu Presiden Iran bahas perjanjian nuklir
Baca juga: Iran produksi pengayaan uranium lebih cepat dari yang ditetapkan UU

Seorang diplomat Barat mengatakan kepada Reuters pada  Jumat ((2/4) bahwa pendekatan diplomasi ulang-alik akan diadopsi di Wina.

"Apa yang dilakukan pihak lain dalam kesepakatan itu adalah urusan mereka. Di mana dan bagaimana mereka bernegosiasi dengan Amerika Serikat terserah mereka. Delegasi Iran tidak akan melakukan pembicaraan dengan delegasi AS di Wina di tingkat mana pun,” demikian laporan media Iran pada Selasa mengutip Juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh.

Menambah keraguan baru pada kemungkinan terobosan pada  Selasa, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters: "Agenda kami selama pertemuan (di Wina) adalah pencabutan semua sanksi AS terhadap Iran ... seperti yang dikatakan pemimpin tertinggi kami berulang kali, apa pun yang kurang dari itu tidak akan diterima oleh Teheran”.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memiliki suara terakhir tentang semua masalah negara, telah menentang pelonggaran sanksi secara bertahap.

Pemerintahan Presiden Joe Biden berniat untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu tetapi mengatakan bahwa ini membutuhkan negosiasi. Teheran telah menolak setiap keterlibatan dalam pembicaraan dengan Washington tentang kedua belah pihak yang melanjutkan kepatuhan dengan kesepakatan tersebut.

"Iran akan membalikkan langkah-langkah nuklirnya hanya setelah semua sanksi AS terhadap Iran dicabut. Setelah memverifikasinya, yang akan memakan waktu beberapa jam, Iran dapat dengan cepat membalikkan langkah-langkah nuklirnya," kata pejabat itu.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan fokus pembicaraan Wina adalah pada langkah-langkah nuklir yang perlu diambil Iran untuk kembali ke kepatuhan dengan perjanjian nuklir.

Di bawah perjanjian 2015, sanksi AS dan ekonomi lainnya terhadap Teheran dicabut dengan imbalan pembatasan program nuklir Iran untuk mempersulit pengembangan senjata nuklir - sebuah ambisi yang dibantah oleh Teheran.

Sumber: Reuters

Baca juga: Iran dan negara besar bahas kembalinya AS ke kesepakatan nuklir
Baca juga: Iran menolak rencana bertahap atasi sengketa nuklir

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021