Basarnas temukan nelayan hilang di Kolaka dalam kondisi meninggal

Basarnas temukan nelayan hilang di Kolaka dalam kondisi meninggal

Tim Basasarnas Kendari, Pos SAR Kolaka bersama warga setempat saat mengevakuasi jenazah korban, Rabu (7/4/2021) dini hari. (ANTARA/HO-Humas Basarnas Kendari)

Kendari (ANTARA) - Basarnas Kendari menemukan nelayan bernama Cedi (40) yang dilaporkan hilang akibat perahunya terbalik diduga dihantam ombak di perairan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Besarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Rabu, mengatakan korban ditemukan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK) pada Rabu (7/4) pukul 00.10 Wita.

"Pada pukul 00.10 Wita korban telah ditemukan di sekitar perairan Desa Konaweha, Kolaka kurang lebih 3,59 mil laut arah tenggara dari LKK oleh nelayan yang melintas dalam keadaan meninggal dunia," katanya.

Baca juga: Tim SAR cari nelayan hilang di perairan Kolaka

Ia menyampaikan setelah korban ditemukan selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kolaka.

Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Sebelumnya, tim pencarian dan pertolongan Basarnas Kendari Pos SAR Kolaka melakukan pencarian terhadap korban yang merupakan warga Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo, Kolaka.

Baca juga: Tim SAR cari nelayan hilang di Kolaka

Pencarian korban hingga memasuki hari kedua pada Selasa (6/4) pukul 18.00 Wita dengan hasil nihil. Pencarian korban melibatkan 52 personel gabungan di antaranya lima personel Pos SAR Kolaka, masing-masing satu orang perwakilan Polsek dan Babinsa Samaturu, tujuh orang dari Polair Kolaka, delapan SAR USN Kolaka dan 30 orang nelayan setempat.

Korban dilaporkan hilang akibat perahunya terbalik diduga dihantam ombak di wilayah perairan Desa Awa, Kabupaten Kolaka, Sultra saat hendak balik ke rumahnya usai memancing ikan di Pulau Lambasina.

Baca juga: Pencarian lansia hilang di hutan Kolaka libatkan 60 personel

Aris Sofingi melalui keterangan pers-nya di Kendari, Senin (5/4) mengatakan, pihaknya menerima laporan hilangnya korban pada pukul 16.00 Wita dari keluarganya bahwa korban hilang pukul 13.30 Wita.

Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 16.20 Wita tim penyelamat Pos SAR Kolaka diberangkatkan menggunakan truk personel membawa satu unit perahu karet beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan.

"Saat itu, perahu korban sudah ditemukan namun korban tidak ditemukan," tambah Aris.

Baca juga: Korban meninggal akibat bencana alam di Adonara capai 50 orang

 
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021