Tekan impor BBM, DPR dukung optimalisasi kilang dalam negeri Pertamina

Tekan impor BBM, DPR dukung optimalisasi kilang dalam negeri Pertamina

Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto (kiri) dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) saat melakukan kunjungan di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (8/4/2021). ANTARA/HO-Pertamina.

Jakarta (ANTARA) - Komisi VII DPR mendukung upaya PT Pertamina (Persero) dalam melakukan optimalisasi kilang dalam negeri untuk menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak nasional pasca insiden kebakaran yang melahap empat tangki di Kilang Balongan pada akhir Maret lalu.

"Dengan optimalisasi kilang, meskipun terjadi insiden di tangki T-301 Kilang Balongan, Pertamina tidak akan menambah impor BBM," kata Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Komisi VII DPR sempat melakukan kunjungan spesifik ke Kilang Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (8/4/2021), guna memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman pasca insiden kebakaran.

Dalam kunjungan itu, legislator memperoleh gambaran komprehensif terkait data-data konseptual dari kondisi empiris di lapangan yang akan menjadi bahan dalam melakukan pengawasan secara baik dan akurat, tepat, serta mencarikan solusi.

Baca juga: Dirut Pertamina pantau pasokan BBM pascakebakaran Balongan

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sejak awal insiden pihaknya mengupayakan dan menjamin suplai BBM, avtur, dan elpiji dengan mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri, di antaranya Kilang Cilacap dan Kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

“Langkah berikutnya adalah reaktivasi dan recovery kilang karena yang terbakar adalah tangki saja, kilang tidak ada masalah. Kami akan segera melakukan reaktivasi Kilang Balongan," kata Nicke.

Dalam menjamin pasokan BBM nasional, Pertamina mendorong peningkatan produksi Kilang Cilacap sebesar 300 ribu barrel per hour (bph) dan Kilang TPPI sebanyak 500 ribu bph.

Baca juga: Kilang Cilacap suplai 200 ribu barel pertalite ke Jabodetabek

Bahkan Kilang Cilacap telah melakukan pengiriman perdana produk pertalite sebanyak 200 ribu barel melalui jalur laut, Senin (5/4/2021), untuk memasok kebutuhan energi di wilayah Jabodetabek sebagai bagian dari skema alih suplai kebutuhan BBM sering belum beroperasinya Kilang Balongan akibat insiden kebakaran.

Lebih lanjut Nicke menambahkan bahwa penanganan dampak lingkungan terkait kualitas udara, air, dan limbah pasca insiden akan menjadi prioritas perseroan guna mencegah dampak buruk bagi warga yang menetap di sekitar Kilang Balongan.

Pertamina juga telah membentuk tim investigasi baik internal dan eksternal yang secara expertise mempunyai kemampuan untuk melakukan investigasi dan analisa sehingga hasilnya betul-betul bisa menjawab semua pertanyaan yang ada.

Baca juga: Pertamina Jatimbalinus pastikan pasokan BBM aman pascainsiden Balongan

Baca juga: YLKI: Distribusi BBM tidak terganggu, konsumen tak perlu panik
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021