Foodizz buka Sekolah Bisnis Kuliner, hadir di Bandung

Foodizz buka Sekolah Bisnis Kuliner, hadir di Bandung

Ilustrasi. (Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan edutech tentang pendidikan bisnis kuliner Foodizz meluncurkan Sekolah Bisnis Kuliner yang merupakan program pembelajaran berbasis kurikulum terpadu yang dapat diikuti secara daring maupun langsung, yang terletak di Bandung.

CEO Foodizz Rex Marindo mengatakan pada jumpa pers daring, Sabtu (10/4), sekolah ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan yang ingin memulai bisnis kuliner secara intensif dan komprehensif, baik dari skala pemula sampai lanjutan.

"Foodizz hadir untuk memberikan edukasi dan mempersempit jarak dengan meluncurkan program edukasi terbaru yaitu Sekolah Bisnis Kuliner," kata Rex.

Baca juga: "Waroenk Makan Matoa" sajikan makan ala kebun nenek

"Program ini nantinya memungkinkan para peserta dapat memperoleh akses di ekosistem bisnis kuliner seperti ilmu bisnis secara teori, koneksi partnership, investor, vendor, teknologi dan perizinan pemerintah yang tentunya dengan pendampingan dari para advisor yang telah ahli di bidangnya," imbuhnya.

Sekolah Bisnis Kuliner dapat diikuti luring dan daring selama 6 bulan yang terdiri dari 4 bulan program kelas dan 2 bulan mentoring yang dilakukan secara intensif.

Foodizz juga memberikan beasiswa dengan total senilai Rp100 juta bagi para calon pelaku bisnis yang ingin mengikuti Sekolah Bisnis Kuliner. Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pembelajaran dengan kurikulum terintegrasi bersama praktisi ahli, mentoring program, akses ekosistem bisnis kuliner Foodizz, E-learning yang dapat dipelajari secara berulang dan E-certificate kelulusan.

Foodizz juga menggandeng CEO dari Mikro Investindo dan ProIndonesia Foundation Budi Satria Isman dan CEO Serasa Group Yuzsak M Yahya sebagai penasihat baru.

Kehadirannya bertujuan untuk membantu mengedukasi calon pelaku bisnis kuliner dalam membangun, mengelola hingga mempertahankan bisnis kuliner mereka. Edukasi terhadap dunia bisnis kuliner yang diperoleh dari kedua penasihat tersebut tentunya didasari pada pengalaman dan pengetahuan para advisor yang sudah memiliki pengalaman di bisnis kuliner bertahun-tahun.

Baca juga: Menparekraf sebut pentingnya industri kuliner dorong ekonomi Indonesia

Baca juga: Mencicipi sepiring nostalgia ala Belanda di Keuken Van ElsjeBandung

Baca juga: "Eco Friendly" diusung pelopor makanan khas Jepang sambut Ramadhan
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021