DKI Jakarta catat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 lansia terbanyak

DKI Jakarta catat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 lansia terbanyak

Penerima vaksin bersiap untuk divaksin COVID-19 di Senayan City, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Senayan City memfasilitasi vaksinasi dosis pertama bagi Lansia dan tenaga pengajar yang ditargetkan untuk 500 orang per harinya dari tanggal 7-10 April 2021. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia (lansia) di provinsi itu  mencapai 496.450 orang, terbanyak dibanding daerah lain di Indonesia, bahkan untuk wilayah Jakarta Pusat telah menjangkau 95,31 persen dan Kepulauan Seribu mencapai 62,73 persen.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman Suharti Sutar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan capaian ini karena pihaknya menyiapkan berbagai langkah, salah satunya sentra vaksinasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, di luar Puskesmas dan Rumah Sakit.

Baca juga: Vaksinasi lansia di Jakarta Utara capai 74.478 orang

Baca juga: Vaksinasi lansia di Jaksel terealisasi 56 persen


Menurutnya, sentra vaksinasi ini lebih diminati lansia karena lebih dekat dengan rumah dan bisa bersama teman-teman dari lingkungan masing-masing.

"Tentunya juga ditambah sentra vaksinasi besar yang dibantu oleh Kemenkes dengan SDM gabungan dari pemerintah pusat dan daerah," ujar Suharti yang juga Plt Asisten Kesra DKI Jakarta.

Ia menambahkan pihaknya juga melibatkan lebih banyak fasilitas kesehatan swasta, baik sebagai lokasi vaksinasi maupun dalam menyediakan SDM di sentra vaksinasi nonfaskes. Selain itu, sistem untuk membantu pendaftaran dan penjadwalan lansia karena tidak semua lansia familiar dengan sistem daring.

Suharti mengatakan data berdasarkan nama menggunakan data Dukcapil diberikan penjadwalan sampai tingkat RT untuk dimanfaatkan tim RT memberitahu lansia terkait jadwal dan lokasinya. Pihaknya juga mengupayakan dalam satu RW divaksinasi di lokasi yang sama untuk kemudahan pengelolaan di lapangan.

Sedangkan, untuk warga yang belum terjadwal karena tidak ber-KTP DKI atau yang lokasinya jauh karena alamat domisili berbeda dengan alamat KTP, tetap dimungkinkan divaksinasi, baik dengan mendaftar melalui daring maupun melaporkan diri ke ketua RT.

"Kami juga melakukan komunikasi secara intensif dengan tim pusat untuk mendapatkan secara rutin data lansia yang sudah divaksinasi, kemudian dipadankan dengan data Dukcapil untuk memonitor lansia yang belum divaksinasi untuk diinformasikan ke bawah," katanya.

Baca juga: Dinkes Surabaya terapkan pola jemput bola untuk vaksinasi lansia

Baca juga: Polda Metro gelar vaksinasi massal bagi lansia pada Sabtu besok


Suharti menambahkan Pemda DKI Jakarta juga menyediakan fasilitas transportasi dengan bus sekolah dan TransJakarta untuk wilayah-wilayah yang lokasi vaksinasinya cukup jauh. Kelurahan serta RT/RW pun menyiapkan dukungan transportasi termasuk penjemputan lansia menggunakan sepeda motor.

Pemda DKI Jakarta juga melakukan kolaborasi dengan pihak swasta, di antaranya dengan Gojek dan Grab untuk memberikan kemudahan berupa biaya gratis atau pemotongan biaya pengantaran lansia ke lokasi vaksinasi.

Kerja sama juga dilakukan dengan organisasi masyarakat dan bisnis untuk menyiapkan sentra vaksinasi dengan SDM kesehatan dari pihak Pemda. "Kami juga koordinasi dengan jajaran TNI/Polri untuk purnawirawan," ujar Suharti.

Hal lain yang tidak ketinggalan, lanjut dia, adalah komunikasi publik dilakukan secara intensif, baik melalui platform media sosial maupun melalui jalur wilayah menggunakan WhatsApp Grup. "Saat ini hampir semua RT di Jakarta memiliki WhatsApp," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021