Puan Maharani peroleh gelar adat Ratu Mustika Kartadilaga

Puan Maharani peroleh gelar adat Ratu Mustika Kartadilaga

Ketua DPR, Puan Maharani saat mengunjungi Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Minggu (11/4). ANTARA/DPR.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR, Puan Maharani, memperoleh gelar sekaligus nama adat Ratu Mustika Kartadilaga sebagai keturunan Sai Batin Karya Kartadilaga yang diberikan dalam upacara keluarga Sai Batin Karya Kartadilaga di Lamban Gedung Kartadilaga, Pulau Pisang, Krui, Pesisir Barat, Lampung, Minggu (11/4).

Pemberian gelar adat itu dipimpin Sultan Hidayat Kartadilaga Gelar Demung Tinggi Laksana X, dan dihadiri 12 kepala suku di Pulau Pisang.

"Terima kasih atas pemberian gelar ini. Semoga makin mempererat silaturahim Keluarga Besar Sai Batin Kartadilaga," kata Puan, dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Puan resmikan bandara Taufiq Kiemas di Lampung

Kedatangan Puan di Lamban Gedung Kartadilaga disambut tarian adat diikuti penyematan kain adat Pulau Pisang.

Menurut Sultan Hidayat, nama Puan tertulis dalam silsilah keluarga atau Lambo di Lamban Gedung Kartadilaga.

"Joesaki yang asli Pulau Pisang menikah dengan Taksiah dari Batipuh, Tanah Datar, Sumbar. Dari Pernikahan itu, lahirlah Hamzatun Rosyda yang menikah denga Tjik Agoes Kiemas, pasangan itu mempunyai anak, salah satunya Taufiq Kiemas, ayah Puan Maharani," ujar dia.

Baca juga: Puan: DPR buka partisipasi publik bahas RUU prioritas

Ia mengatakan, pemberian gelar nama adat keluarga merupakan hasil Keputusan rapat Keluarga Besar Sai Batin Karya Kartadilaga pada 9 April 2021.

"Kesepakatan 12 suku yang dipimpin Sultan Hidayat Kartadilaga Gelar Demung Tinggi Laksana X. Demi kesinambungan,kerukunan dan keutuhan Keluarga Besar Sai Batin Karya Kartadilaga," kata dia.

Baca juga: Puan minta pemerintah maksimal cari korban banjir di NTT

Sebelumnya, Puan berziarah ke makam leluhur keluarga besar. Adapun ayah buyutnya dimakamkan di pemakaman Pulau Pisang. Lalu Puan menuju Pulau Pisang menggunakan perahu dari dermaga Kuala, Krui, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Setelah itu, Puan diantar mengendarai sepeda motor menuju makam dan rumah keluarga besarnya.

Ddalam kunjungan kerjanya, Puan juga meresmikan bandara Taufiq Kiemas di Krui, Pesisir Barat, Lampung, Sabtu (10/4).

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021