Dubes RI: Tiongkok siap investasi 1,38 miliar dolar AS

Dubes RI: Tiongkok siap investasi 1,38 miliar dolar AS

Kegiatan Webinar Internasional Menggali Potensi Ekonomi Tiongkok-Kalbar  Pascapandemi yang digelar ANTARA  melalui Zoom Meeting bersama Dubes RI untuk RRT dan Mongolia (ANTARA/Dedi)

Pontianak (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan Tiongkok akan melakukan investasi 1,38 miliar dolar AS ke Indonesia termasuk di Kalbar.

“Sejauh ini Tiongkok sudah banyak investasi ke Kalbar. Tahun ini investor dari sana akan berinvestasi ke Indonesia terutama di Kalbar dan Kota Batang, Jawa Tengah. Nilai investasi di bidang furnitur 1,38 miliar dolar AS,” ujarnya saat Webinar Internasional Menggali Potensi Ekonomi Tiongkok-Kalbar Pasca yang digelar ANTARA melalui Zoom Meeting yang dipantau di Pontianak, Jumat

Ia menjelaskan bahwa pada pertengahan April – Mei 2021 akan dilakukan kunjungan oleh pelaku usaha Tiongkok ke Indonesia terutama ke dua daerah, Kalbar dan Jateng.

“Tentu investasi ini menjadi peluang daerah untuk maju dan terus membangun kerjasama perdagangan,” jelas dia.

Sejauh ini jelas dia Kalbar berperan besar dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok yakni sebesar 10,13 persen.

"Yang menarik ekspor Indonesia meningkat termasuk kontribusi dari Kalbar signifikan 10,13 persen, dengan peningkatan ini kita mampu mengurangi permasalahan perdagangan Indonesia-Tiongkok nyaris 69 persen, ini merupakan data dari Tiongkok," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini di negara ASEAN menempati urutan ke 4 sebagai eksportir terbesar ke Tiongkok tahun 2020.

"Hingga pandemi saat ini hubungan antara Indonesia-Tiongkok terjalin dengan baik dan untuk total investasi Tiongkok sendiri di Indonesia tahun 2020 terealisasi sebesar 4,8 dolar AS," kata dia.

Nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibanding dengan total ekspor  2019.

"Ada peningkatan ekspor Indonesia untuk tahun ini sebesar 15 persen, produk unggulan dan potensialnya di antaranya, besi dan baja meningkat 136,52 persen, kertas dan kertas karton 133,25 persen, timah dan barang daripadanya 544,07 persen dan barang lainnya," kata dia.

Total perdagangan antar dua negara tersebut sudah di atas 78,48 miliar dolar AS, ada sedikit penurunan volume dikarenakan adanya Pandemi COVID-19.

"Untuk perdagangan tahun 2020 dengan adanya pandemi saat ini pariwisata menjadi mati suri, semoga dengan penanganan yang tepat pariwisata menjadi meningkat," harap dia.

Baca juga: RI-China tingkatkan kerja sama dari kawasan industri hingga kesehatan

Baca juga: Riau tawarkan investasi perkebunan dan perikanan ke Tiongkok

Baca juga: Perusahaan Tiongkok berniat bangun pabrik semen di Kaltim

Baca juga: Tiongkok dorong perluasan investasi di Kota Malang
Pewarta : Dedi / Tim Magang Untan Pontianak, Yunita
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021