Pemkot Bogor tunggu jawaban BNPB terkait operasional RS Lapangan

Pemkot Bogor tunggu jawaban BNPB terkait operasional RS Lapangan

Tempat tidur pasien COVID-19 di Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor. ANTARA/HO/Pemkot Bogor.

Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor masih menunggu jawaban dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait operasional Rumah Sakit Lapangan di Komplek GOR Pajajaran Kota Bogor, apakah diteruskan atau dihentikan.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Balai Kota Bogor, Jumat, mengatakan beroperasi atau tidaknya RS Lapangan Kota Bogor, keputusannya ada pada BNPB.

RS Lapangan Kota Bogor yang dibiayai oleh BNPB operasionalnya selama tiga bulan, mulai 18 Januari hingga 18 April 2021.

Menurut Dedie A Rachim, Pemerintah Kota Bogor telah mengajukan usulan kepada BNPD untuk perpanjangan operasional RS Lapangan, tujuannya antara lain, mengantisipasi adanya lonjakan kasus COVID-19 setelah libur Lebaran.

Baca juga: Pemkot Bogor upayakan perpanjangan operasional RS Lapangan

Baca juga: RSL Kota Bogor rawat 56,25 persen pasien positif COVID-19


BNPB mengevaluasi operasional RS Lapangan, kata dia, dari laporan keuangannya. "Kita harapkan BNPB bisa menyetujui untuk melanjutkan operasionalnya. Kalau BNPB menilai tidak memungkinkan dilanjutkan, kita tidak bisa memaksa," katanya.

Menurt Dedie, kalau BNPB tidak melanjutkan operasional RS Lapangan, maka alat-alat kesehatan yang ada di RS Lapangan akan didistribusikan ke sejumlah Puskesmas di Kota Bogor.

Apalagi, Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan meningkatkan status dua Puskesmas menjadi rumah sakit tipe D, meskipun rencana tersebut masih dalam proses.

Sedangkan, gedung Wisma Atlet yang saat ini dimanfaatkan sebagai RS Lapangan, kata dia, fungsinya akan dikembalikan seperti semula sebagai Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan Pemerintah Kota Bogor mengupayakan perpanjangan operasional Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor yang kontraknya akan berakhir pada Ahad, 18 April 2021.

"Saya menginginkan agar operasional RS Lapangan tetap dilanjutkan. Paling tidak untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus COVID-19 gelombang kedua, pada Ramadhan dan setelah libur Lebaran," kata Bima Arya, di Kota Bogor, Selasa (13/4).

Menurut Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor telah berkomunikasi dengan BNPB. "Informasi dari Kepala BNPB menyebutkan, untuk operasional RS Lapangan dananya sudah habis, tapi kemungkinan bisa dikucurkan lagi. Ini tergantung pada hasil review laporan keuangannya," katanya.

Karena itu, Inspektorat Kota Bogor saat ini sedang menganalisa laporan keuangan RS Lapangan Kota Bogor dan hasilnya akan disampaikan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Hasil dari BPKP akan kami sampaikan ke BNPB. Semoga dalam sepekan ke depan ada kejelasannya," katanya.*

Baca juga: RS Lapangan Kota Bogor tangani 24 pasien positif COVID-19

Baca juga: Ridwan Kamil apresiasi peresmian RS Lapangan COVID-19 di Kota Bogor
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021