Guatemala blokir perjalanan dari Brazil, Inggris dan Afsel

Guatemala blokir perjalanan dari Brazil, Inggris dan Afsel

Warga melewati rumah sakit San Juan de Dios ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) yang masih berlanjut di Kota Guatemala, Guatemala, Rabu (15/7/2020). REUTERS/Luis Echeverria/nz/djo (via REUTERS/LUIS ECHEVERRIA)

Guatemala City (ANTARA) - Guatemala akan membatasi pengunjung yang baru-baru ini pergi ke Brazil, Inggris, dan Afrika Selatan dalam upaya mengendalikan lonjakan kasus virus corona, kata Presiden Alejandro Giammattei, Jumat (16/4).

Kebijakan itu akan mulai berlaku pada Sabtu dan berlangsung hingga 30 April, berlaku bagi wisatawan yang telah ke negara-negara tersebut dalam dua minggu sebelumnya, kata Giammattei dalam pidato publiknya.

Dia mencatat bahwa Guatemala telah mencatat 5.813 infeksi baru COVID-19 dalam lima hari terakhir, menjadikan total infeksi di negara Amerika Tengah itu menjadi 210.667 kasus yang dikonfirmasi.

"Itu telah memicu kewaspadaan kami dan memaksa kami untuk segera menetapkan keadaan pencegahan," kata Giammattei.

Guatemala sebelumnya telah memberlakukan penguncian yang ketat dan pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus, yang telah menyebabkan 7.160 kematian di negara berpenduduk 16 juta orang itu.

Sumber: Reuters
Baca juga: Lawan COVID-19, Meksiko akan perketat perbatasan dengan Guatemala
Baca juga: Presiden Guatemala marahi AS karena deportasi migran positif COVID-19
Baca juga: Guatemala siapkan 26 juta dolar AS bantu orang miskin hadapi corona
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021