Tokopedia-Migrant Care berdayakan UKM perempuan purna migran

Tokopedia-Migrant Care berdayakan UKM perempuan purna migran

Tangkapan layar saat Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni (kiri bawah) dan Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo (kanan atas) memberikan paparan dalam acara peluncuran program pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) perempuan purna migran yang digelar virtual, Senin (19/4/2021) (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA) - Tokopedia bersama Migrant Care berkolaborasi meluncurkan program pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) perempuan purna migran dalam rangka membantu menciptakan peluang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19.

"Kerja sama Tokopedia dengan Migrant Care untuk memberikan edukasi kepada perempuan migran menciptakan peluang melalui program berkembang bersama Tokopedia 'Recover Together, Empower for Better'," ujar Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni dalam acara peluncuran secara virtual, Senin.

"Program ini antara lain menjadi salah satu fokus Tokopedia terutama dibidang pemberdayaan perempuan. kami fokus untuk mengembangkan kapasitas masyarakat terutama di kegiatan ekonomi produktif," sambung dia.

Program tersebut menggaet 237 perempuan purna migran pelaku UKM yang tersebar di empat wilayah, yakni 72 orang di tiga desa di Kabupaten Wonosobo, 85 orang di empat di di Banyuwangi, 60 orang di dua desa di Jember, dan 20 orang di satu desa di Indramayu.

Sebanyak 237 perempuan purna migran tersebut merupakan anggota komunitas Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi). Adapun seleksi dilakukan melalui proses asesmen oleh pihak Migrant Care.

Baca juga: Penjualan di Pasar rakyat Tasikmalaya naik 4 kali berkat e-commerce

Kolaborasi Tokopedia dan Migrant Care ini akan menyediakan fasilitas produksi sekaligus memberikan serangkaian proses pelatihan kepada para perempuan purna migran tersebut.

Astri menyebut ada dua pilar besar yang menjadi fokus pada program ini. Pertama, membangun pusat pengembangan komunitas dengan tujuan meningkatkan daya saing dan mendukung pemulihan UMKM lokal di berbagai komunitas desbumi bekerjasama dengan Migrant Care.

Kedua, mendorong aktivitas produksi skala mikro. Kelompok perempuan purna migran ini akan difokuskan untuk melakukan produksi di sektor kuliner atau makanan ringan, tekstil, dan kerajinan tangan.

Astri menegaskan kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai arahan pemerintah.

"Tokopedia sendiri juga melihat bahwa fokus inovasi dalam memberdayakan kelompok masyarakat termasuk perempuan dapat dilakukan melalui teknologi. Jadi melalui ekosistem Tokopedia di mana kami memiliki kolaborasi dengan 50 mitra pembayaran, 12 mitra logistik, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, kami harapkan ini dapat mendorong teman-teman perempuan untuk terus berusaha," kata Astri.

Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan tujuan dari kolaborasi ini agar para perempuan purna migran dapat mengembangkan kreatifitas mereka melalui berbagai pelatihan, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga kemampuan literasi digital.

Dia pun berharap melalui program ini para perempuan purna migran dapat semakin menguatkan serta mengembangkan perekonomian di tingkat desa.

"Saya kira ketika teman-teman ini bisa mengembangkan ekonomi purna migran, bahkan juga bisa mengelola remitansi, desa akan menjadi semakin kuat dan kita juga tidak ingin teman-teman nekat bekerja ke luar negeri melalui jalur-jalur yang tidak berdokumen," kata Wahyu.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Tokopedia bersama Migrant Care tersebut.

Dia berharap kolaborasi dapat melahirkan perempuan-perempuan purna migran yang tangguh menjadi wirausahawan.

"Saya berharap UKM perempuan purna migran ke depan menjadi duta bangga buatan Indonesia," kata Teten.

Baca juga: Indonesia masuk di Deloitte Technology Fast 500 Asia Pacific 2020

Baca juga: Kumpulan aplikasi pesan makanan sahur dan buka puasa

Baca juga: Isi waktu sebelum berbuka, ini 7 cara ngabuburit online


 
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021