Palangka Raya diminta awasi ketersediaan sembako selama Ramadhan

Palangka Raya diminta awasi ketersediaan sembako selama Ramadhan

Tim Satgas Pangan Kalteng mengecek stok beras di gudang Bulog, Palangka Raya, Senin, (19/4/2021). ANTARA/Muhammad Arif Hidayat/am.

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Heri Purwanto meminta Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian kota setempat gencar melakukan pengawasan ketersediaan dan harga sembilan bahan pokok di pasar tradisional, khususnya pada Ramadhan.

"Pemkot Palangka Raya harus terus berupaya mengantisipasi terjadinya kenaikan harga bahan pokok yang cukup tinggi. Jangan sampai terjadinya inflasi," kata Heri di Palangka Raya, Selasa.

Dia menuturkan saat ini dapat permintaan terhadap sejumlah komoditas bahan pokok pasti meningkat. Dinas Perdagangan harus mampu melakukan pengawasan dan pemantauan ketersediaan bahan pokok secara berkala.

Baca juga: Ada kenaikan harga bahan pokok di DKI Jakarta pada Ramadhan ini

Pemantauan secara rutin itu untuk melihat harga bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan dapat diketahui secara dini sehingga instansi terkait bisa mengambil langkah mengenai penanganannya.

"Instansi terkait yang menjadi leading sektor, harus memperketat pengawasan pasokan dan ketersediaan bahan pokok untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga," bebernya.

Legislator Partai Hanura Kota Palangka Raya itu mengungkapkan bahwa tidak kalah pentingnya pemkot setempat harus terus berkoordinasi, terutama berupaya menekan harga bahan pokok jangan sampai melambung tinggi.

Sementara terlepas dari itu, masyarakat diharapkan bisa mengatur pola kebutuhan rumah tangganya selama berjalannya bulan Ramadhan. Jangan sampai masyarakat boros dalam menggunakan bahan pangan, sehingga permintaan menjadi tinggi.

Baca juga: Pemerintah pastikan pasokan pangan mencukupi pada Ramadhan-Idul Fitri

"Masyarakat jangan menyetok barang maupun pangan secara berlebih. Karena secara tidak langsung dapat mempengaruhi ketersediaan komoditas di pasaran," katanya.

Beberapa harga bahan pokok ada mengalami kenaikan namun belum terlalu meresahkan warga, terutama ibu-ibu rumah tangga dan pemilik rumah makan yang setiap hari berbelanja untuk kebutuhan dapur.

Hal yang menjadi keluhan warga saat ini adalah tingginya harga gas elpiji 3 kg yang kini berada di angka Rp38 ribu. Warga juga meminta agar instansi terkait bisa menekan agar harga jual elpiji subsidi 3 kg bisa kembali stabil seperti harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.

Baca juga: Kapolres Jaksel ancam pidana penimbun pangan menjelang Ramadhan
Pewarta : Rachmat Hidayat/Adi Wibowo
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021