Dinkes: Selama puasa layanan vaksinasi COVID-19 di Mataram rendah

Dinkes: Selama puasa layanan vaksinasi COVID-19 di Mataram rendah

Kegiatan skrining vaksinasi COVID-19 dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (10/4/2021). ANTARA/Nirkomala/am.

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, pelayanan vaksinasi COVID-19 pada 11 puskesmas se-Kota Mataram sampai hari ke delapan bulan Ramadhan 1442 Hijriah, masih rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Selasa, mengatakan, tingkat kunjungan masyarakat di 11 puskesmas untuk mendapatkan vaksin COVID-19 dalam sehari hanya sekitar 100 orang.

"Sebelum puasa, dalam sehari vaksinasi bisa dilakukan lebih dari 500 orang, dengan rincian satu puskesmas bisa melayani hingga 50 orang per hari. Kalau sekarang, kunjungan untuk vaksin sekitar 5-10 orang per satu puskesmas," katanya.

Kondisi itu, katanya, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor bulan puasa, sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk divaksin saat sedang berpuasa. Meskipun Majelis Ulama Idonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa bahwa suntik vaksin tidak membatalkan puasa.

"Tapi kembali lagi kepada keyakinan masing-masing, dan untuk hal ini kami tidak bisa intervensi," katanya.

Baca juga: RSUD Mataram siap layani vaksinasi untuk anak muda asal ajak lansia

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 tahap dua nakes di RSUD Mataram capai 70 persen


Namun demikian, Usman, berharap animo masyarakat untuk mendapatkan vaksin COVID-19 bisa sama dengan kondisi sebelum puasa dapat segera kembali normal, sehingga layanan vaksinasi COVID-19 bisa stabil serta tercapainya target yang ditetapkan.

"Vaksinasi selama bulan April 2021, kita fokuskan untuk kalangan guru dan lanjut usia (lansia). Untuk pelayan publik akan kita buka lagi bula Mei," katanya.

Menurut Usman, targetkan vaksinasi guru di Kota Mataram sekitar 9.000 orang dengan cakupan sampai Sabtu (17/4) mencapai 43,1 persen atau 3.636 orang. Sedangkan untuk lansia untuk tahap pertama 38 persen atau 9.881 orang, tahap kedua 19,6 persen atau 5.110 orang dari target sekitar 22 ribu.

"Sementara untuk stok vaksin COVID-19, saat ini masih aman yakni sebanyak 800 vial untuk 8.000 sasaran," kata Usman.

Baca juga: Dinkes Mataram hentikan vaksinasi COVID-19 untuk pelayan publik

Baca juga: Kemenkes tambah target sasaran vaksinasi lansia Mataram jadi 22.000
Pewarta : Nirkomala
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021