Polres Talaud lakukan penanganan wilayah terdampak siklon Surigae

Polres Talaud lakukan penanganan  wilayah terdampak siklon Surigae

Petugas Polres Talaud ikut membersihkan sisa reruntuhan bangunan akibat badai siklon Surigae. ANTARA/HO-Humas Polda Sulut

Manado (ANTARA) - Personel Polres Kepulauan Talaud dan jajaran dibantu TNI, BPBD dan warga melakukan upaya penanganan pasca terjadinya badai Siklon Tropis Surigae, sesuai analisa BMKG, pada sejumlah lokasi terdampak, di Talaud, Sulawesi Utara.

"Penanganan dilakukan dengan kerja bakti membersihkan reruntuhan material di rumah-rumah warga, tempat ibadah, dan fasilitas umum yang terdampak bencana,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, di Manado, melalui keterangan tertulis, Selasa

Ia menambahkan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat terjadinya cuaca ekstrem akhir-akhir ini.  "Termasuk bagi para nelayan, untuk sementara diimbau tidak melaut, demi keamanan dan keselamatan," katanya.

Ia menambahkan, personel TNI-Polri, BPBD dan instansi terkait lainnya masih disiagakan guna mengantisipasi terjadinya bencana susulan.

“Sekali lagi, masyarakat diajak untuk lebih waspada. Juga segera melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan.

Baca juga: Surigae sebabkan gelombang tinggi di Samudra Pasifik utara Halmahera
Baca juga: BMKG prediksi Siklon Tropis Surigae melemah dan jauhi Indonesia


Sebelumnya, badai yang terjadi Senin (19/4) tersebut mengakibatkan berbagai bangunan, mulai dari rumah warga, tempat ibadah dan fasilitas umum, mengalami kerusakan ringan hingga berat, pada sejumlah wilayah di Kepulauan Talaud.

Data dari Polsek jajaran yang dikoordinasikan dengan BPBD, cuaca ekstrem tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun terdapat kerugian material karena rusaknya sejumlah bangunan di empat kecamatan yaitu Melonguane, Essang, Essang Selatan, dan Nanusa.

Dari empat kecamatan tersebut, Kecamatan Essang Selatan merupakan wilayah yang paling banyak terdapat kerusakan bangunan akibat terpaan badai.

Di Essang Selatan, terdapat sekitar 35 rumah warga yang tersebar di delapan desa yang mengalami kerusakan ringan di bagian atap. Kemudian beberapa tiang listrik di Jalan Raya Ensem -Sambuara yang ikut roboh.

Baca juga: Sembilan provinsi diminta siaga hadapi dampak Siklon Surigae
Baca juga: BMKG harap warga mewaspadai cuaca ekstrem akibat badai Surigae


Sementara itu di wilayah Kecamatan Melonguane, tiga rumah warga mengalami kerusakan di beberapa bagian. Kemudian Gereja Germita Kasih Diaspora Melonguane Timur mengalami kerusakan berat, juga terjadi gangguan aliran listrik akibat beberapa tiang listrik tertimpa pohon tumbang.

Selanjutnya di wilayah Kecamatan Essang, dua bangunan mengalami kerusakan berat, masing-masing aula Kantor Camat Essang dan Pos COVID-19 Desa Essang.

Sedangkan di wilayah Kecamatan Nanusa, terdapat sebuah rumah warga Desa Karatung mengalami kerusakan di bagian atap.

Kemudian di Desa Karatung Tengah, dua pohon beringin tumbang dan menimpa perahu jenis pamboat milik warga setempat.

Baca juga: Badai siklon Surigae berpotensi menjadi super taifun
Baca juga: Siklon Surigae diperkirakan pengaruhi cuaca sebagian wilayah Indonesia
Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021