Unhas dan KPI bahas riset dampak penyiaran

Unhas dan KPI bahas riset dampak penyiaran

Pihak Unhas dan KPI foto bersama dalam workshop riset dampak penyiaran televisi. ANTARA/HO.

Makassar (ANTARA) - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makasar Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama membahas riset terhadap dampak penyiaran televisi bagi masyarakat.

Ketua LP2M Unhas Prof Dr Andi Alimuddin Unde di Makassar, Selasa, mengatakan materi kesiapan komitmen Unhas dalam menyukseskan riset, untuk melihat dampak televisi.

"Ini telah menjadi perhatian khusus, sehingga Unhas memiliki tanggung jawab moral mendorong peningkatan sumber daya manusia dalam upaya memberikan perbaikan pada siaran televisi," jelas Prof Alimuddin.

Baca juga: KPI gandeng UPN "Veteran" Jakarta riset indeks kualitas program siaran

Lebih lanjut, Prof Alimuddin menyampaikan, Unhas sebagai Humaniversity memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Unhas berkomitmen tinggi terhadap kegiatan ini, dimana kerja sama bersama KPI telah berlangsung selama tujuh tahun.

Komisioner KPI Pusat Dr Aswar Hasan menyampaikan tujuan dan manfaat riset indeks kualitas program siaran televisi adalah untuk mengatasi permasalahan dalam siaran televisi.

Baca juga: KPI akan kawal vaksin melalui siaran

Kemudian hasil dari riset tersebut akan menjadi pegangan dan sebagai panduan terhadap siaran televisi.

"Riset ini diharapkan sebagai sumbangsih strategis yakni untuk menghilangkan atau meminimalisir ketergantungan penyiaran terhadap rating yang tinggi," ujarnya.

"Artinya siaran yang baik tidak dilihat dari seberapa banyak ditonton, tetapi sejauh mana siaran tersebut memberikan manfaat," sambung Dr Aswar.

Baca juga: Menkominfo apresiasi KPI telah rancang perayaan Harsiarnas 2021

Dr Aswar menyebutkan kegiatan ini merupakan Program Strategis KPI Pusat, melibatkan 12 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021