Anggota MPR kritik ketidakefektifan penanganan persoalan di Papua

Anggota MPR kritik ketidakefektifan penanganan persoalan di Papua

Dave Akbarshah Fikarno Laksono. ANTARA/HO-Kosgoro 57

Jakarta (ANTARA) - Anggota MPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengkritik ketidakefektifan operasi-operasi di Papua sehingga berbagai persoalan tidak selesai, bahkan hingga menyebabkan gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.

I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada hari Minggu (25/4).

"Jadi, yang terjadi di Papua memang suatu tragedi, ini membuktikan bahwa operasi yang terjadi selama ini berpuluh-puluh tahun di Papua tidak efektif," kata Dave dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk "Peran TNI/Polri dalam Menumpas KKB Papua" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Presiden Jokowi naikkan pangkat Kepala BIN Papua yang gugur

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini, ketidakefektifan itu terlihat dari tindakan kebrutalan yang dilakukan KKB terus meningkat sehingga menyebabkan gangguan keamanan.

Sejak awal Dave tidak mau menyebut KKB, tetapi lebih setuju dengan penyebutan kelompok separatis.

"Dari awal saya tidak mau sebut KKB, dari awal saya sebut mereka ini kelompok separatis. Kalau di Papua mereka ini jelas-jelas separatis teroris. Mereka dengan kejam membunuh, bahkan dengan sesama warga Papua sendiri, para pekerja sipil membangun jalan, bahkan guru," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI itu mengingatkan masih ada sejumlah masalah yang hingga saat ini belum selesai di Papua dan harus diselesaikan secara menyeluruh, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Menurut dia, persoalan di Papua tidak bisa dengan hanya penumpasan kombatan-kombatan yang ada sekarang, tetapi pendekatan sosial budaya ekonomi, pembangunan sumber daya manusia (SDM), dan melihat secara benar situasi kondisi Papua.

Baca juga: BIN tegaskan gugurnya Kabinda Papua tak surutkan semangat lawan KST

"Bahkan, kita juga melihat kualitas hidup Papua di Manokrawi Jayapura itu temasuk 10 kota termahal di Indonesia. Kenapa? Karena bahan baku makanan harus diimpor," katanya.

Politikus Partai Golkar itu menilai pendekatan militer perlu menumpas KKB. Namun, di sisi lain pembangunan infrastruktur maupun SDM Papua jangan sampai terabaikan.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021