Ketua DPD minta pemerintah segera atasi limbah di Pulau Untung Jawa

Ketua DPD minta pemerintah segera atasi limbah di Pulau Untung Jawa

Ketua DPD RI saat melakukan kunjungan ke Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu untuk Rapat Konsolidasi anggota DPD RI Wilayah Barat pada 9 Januari 2021 lalu. (ANTARA/HO-DPD)

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah segera mengatasi pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang mencemari Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta, sejak beberapa waktu terakhir.

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan limbah B3 berupa oil spill itu akan mendatangkan banyak kerugian.

"Bukan hanya merugikan lingkungan, limbah oil spill yang dilaporkan sudah mencemari Pulau Untung Jawa juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat dan pariwisata," ujar LaNyalla dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Ia mengingatkan pencemaran limbah di Pulau Untung Jawa itu sudah cukup serius.

"Harus dicek apa yang sebenarnya terjadi. Jika memang ada unsur kesengajaan atau keteledoran, artinya sudah ada pelanggaran hukum. Jika dibiarkan, pelaku akan merasa pembuangan limbah berbahaya tidak menjadi masalah," katanya.

Baca juga: Ketua DPD RI minta limbah medis di masa pandemi dikelola dengan baik

Baca juga: Ketua DPD RI soroti alih fungsi hutan di Pulau Jawa

LaNyalla pun menyoroti aksi warga yang membersihkan limbah B3 dari perairan di sekitar Pulau Untung Jawa. Selain untuk membersihkan kawasan pulau, limbah yang dikumpulkan bisa dijual kepada Pertamina.

"Sebenarnya apa yang dilakukan warga baik. Namun hal itu tidak akan menyelesaikan inti dan pokok permasalahan yang sebenarnya, karena pembuangan limbah sangat merugikan dan mengancam ekosistem," katanya.

Menurut Alumnus Universitas Brawijaya itu, apa yang didapat warga pada akhirnya tidak sebanding dengan dampak yang akan muncul.

"Jangan sampai warga mendapat untung sedikit namun dampaknya malah banyak merugikan dirinya sendiri," kata LaNyalla.

Ia menambahkan permasalahan ini bisa mengganggu sektor pariwisata. Apalagi, sudah banyak wisatawan yang kecewa akibat mendapati pencemaran oil spill saat snorkling di Pulau Untung Jawa.

"Lama-lama tempat wisata ini akan ditinggalkan pengunjung karena ada limbah membahayakan. Seperti kita ketahui, Kepulauan Seribu merupakan salah satu 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk itu Dinas pariwisata juga harus segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Apalagi limbah juga mengancam ekosistem terumbu karang dan Taman Nemo," pungkasnya.

Baca juga: LaNyalla minta Satgas COVID-19 antisipasi kepulangan pekerja migran

Baca juga: LaNyalla imbau buruh Jatim manfaatkan posko Pemprov bila tak dapat THR
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021