PAN minta pemerintah tingkatkan keamanan di Papua

PAN minta pemerintah tingkatkan keamanan di Papua

Wakil Ketua Fraksi PAN DPR Viva Yoga Mauladi. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/wdy)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi meminta pemerintah dengan seluruh jajarannya meningkatkan keamanan dan ketertiban di Provinsi Papua, setelah insiden gugurnya Kabinda Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya yang ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"PAN menyatakan duka cita mendalam atas wafatnya Brigjen Danny dalam mengemban tugas negara. Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan tempat terbaik bagi para pejuang bangsa," kata Viva Yoga di Jakarta, Kamis.

Dia menilai KKB adalah kelompok separatisme karena bertindak destruktif, anarkis dengan menteror masyarakat dan bertujuan untuk memisahkan diri dari Negara Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Bamsoet: Tegas pada KKB bukan langgar HAM
Baca juga: Kapolri minta Satgas Nemangkawi tak kendor perangi KKB


Karena itu dia menilai setiap gerakan separatisme bersenjata harus diambil tindakan tegas dan tuntas oleh TNI sebagai penjaga kedaulatan negara.

Menurut dia, jika tidak ditangani dan ditindak tegas, maka aksi kelompok separatis dan teroris (KST) yang terjadi di Papua bisa membahayakan integrasi bangsa dan mengancam nyawa masyarakat Papua.

"Jangan lagi ada anggota TNI atau Polri dan masyarakat yang menjadi korban kebiadaban kelompok ini. TNI- Polri harus tegas, jangan lembek, bela NKRI dan jangan sampai merah putih terus tercoreng dengan aksi-aksi KKB," ujarnya.

Viva Yoga mengatakan, PAN mendukung langkah dan kebijakan aparat Kepolisian untuk menciptakan ketertiban sosial, keamanan, dan kenyamanan masyarakat sebagai hak asasi setiap warga negara Indonesia.

Menurut dia, transformasi polisi yang berlandaskan pada prediktif, responsibilitas, transparansi, dan berkeadilan (Presisi) diharapkan dapat diterapkan di lapangan agar pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat.

"Papua adalah Indonesia. Indonesia adalah negara kesatuan yang didirikan oleh suku-suku bangsa yang telah bersepakat bersama menjadi negara berdaulat, yaitu Indonesia," katanya.

Dia menilai penyelesaian persoalan Papua secara multidimensi harus mempertimbangkan kearifan lokal, nilai dan budaya otentik, kesejahteraan, dan keadilan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga atas sandang, pangan, dan papan dengan baik.

Baca juga: Keluarga sambut kedatangan jenazah angggota Brimob yang gugur di Ilaga
Baca juga: Dankor Brimob temui dua anggota korban penembakan KKB

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021