Plan Indonesia kucurkan Rp1,2 miliar bantu penyintas bencana Lembata

Plan Indonesia kucurkan Rp1,2 miliar bantu penyintas bencana Lembata

Sejumlah anak-anak penyintas bencana alam di Kabupaten Lembata, NTT, sedang membaca buku yang disalurkan Yayasan Plan Internasional Indonesia yang salah satunya difokuskan pada pendidikan anak. (ANTARA/HO-Plan Indonesia)

Kupang (ANTARA) - Yayasan Plan Internasional Indonesia mengucurkan dana Rp1,2 miliar secara bertahap untuk membantu anak-anak dan keluarga yang menjadi korban bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

"Bantuan ini kami fokuskan pada tiga sektor pada massa darurat di pengungsian yaitu pendidikan, perlindungan anak, serta penyaluran air bersih dan sanitasi," kata Manager Program Humanitarian dan Resilience Yayasan Plan International Indonesia Ida Ngurah dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat.

Ia menjelaskan Plan Indonesia yang telah bekerja sejak 2006 di Lembata dan memiliki sekitar 10 ribu anak dampingan di wilayah itu turut mendukung upaya pemulihan dampak bencana di Lembata.

Baca juga: Plan Indonesia salurkan bantuan bagi penyintas banjir bandang Lembata

Fokus pemulihan dampak bencana, yakni pada kalangan anak-anak dan keluarga dampingan yang terdampak.

Berdasarkan catatan Plan Indonesia, sebanyak 1.178 anak dampingan terdampak bencana di Lembata, dengan 1.058 di antaranya terpaksa dievakuasi ke pusat pengungsian terdekat.

Untuk itu Plan Indonesia turut hadir menyalurkan bantuan ini dilakukan secara bertahap, dengan periode 45 hari awal atau sejak 16 April 2021 yang dilakukan dengan pendanaan sebesar Rp1,2 miliar yang salurkan secara nontunai.

Sumber bantuan berasal dari START Fund-konsorsium internasional yang terdiri dari 42 lembaga nonprofit yang bergerak untuk memperkuat sistem bantuan kemanusiaan, serta melalui pendanaan sponsorship Plan International dan local fundraising.

Baca juga: Indonesia-Unicef kerja sama tingkatkan kesejahteraan anak Indonesia

Hingga 23 April, lanjut Ida Plan Indonesia dan tim relawan setempat telah memfasilitasi aktivitas rekreasi bagi anak-anak di 6 pusat pengungsian, yang dihadiri sekitar 30-40 anak per sesi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.

Selain itu, pihaknya juga tenga memproses beberapa bantuan lainnya, seperti pembentukan 9 pusat cuci tangan di pengungsian, penyaluran 750 paket hunian darurat dan manajemen kebersihan menstruasi, serta 1.221 perlengkapan sekolah bagi anak dampingan.

"Bantuan yang diberikan telah menyesuaikan dengan kondisi dan kendala di lapangan," katanya.

Baca juga: Plan Indonesia serukan pelindungan awak kapal dari kerja paksa

Ia menyebutkan sejumlah kendala yang ditemui termasuk tidak adanya peralatan rekreasi yang tersedia untuk anak, nihilnya mekanisme pelaporan perlindungan anak, juga tidak adanya bantuan pembelajaran bagi anak-anak dari pemerintah atau agensi lain hingga saat ini.

Ida mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan organisasi kemanusiaan setempat untuk memitigasi kendala ini.

Ia menambahkan pemberian bantuan yang tengah dilakukan Plan Indonesia merupakan lanjutan dari kaji cepat kebutuhan dan penyaluran bantuan awal yang telah dilakukan sejak awal April 2021.

Sebelumnya, Plan Indonesia telah mendistribusikan sebanyak 370 paket hunian darurat dan juga paket manajemen kebersihan menstruasi kepada anak dan keluarga terdampak.

Selain memberikan bantuan, hingga saat ini, kami masih terus mendorong partisipasi publik melalui penggalangan dana bagi anak-anak Lembata melalui kitabisa.com/bantuanlembata dan benihbaik.com/bantuanlembata, katanya.

Baca juga: Plan Indonesia galang dana bangun sarana air bersih di NTT
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021