Mendes PDTT: IPM Papua meningkat jadi 60,44 pada 2020

Mendes PDTT: IPM Papua meningkat jadi 60,44 pada 2020

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua meningkat menjadi 60,44 pada 2020.

"Menurut BPS, IPM Provinsi Papua meningkat dari 60,06 pada 2018 menjadi 60,44 pada 2020," kata dia kepada ANTARA menanggapi "Hari Pembebasan Irian Barat" di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan IPM di Papua Barat juga meningkat dari 63,74 menjadi 65,09.

"Indeks daerah tertinggal sebagai basis pengukuran percepatan pembangunan daerah tertinggal didasarkan pada upaya pencapaian IPM. Komponennya mencakup SDM, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi di daerah," kata Gus Menteri, demikian ia biasa disapa.

Ia mengemukakan peran Kemendesa PDTT sesuai Perpres 15/2020 menyerasikan berbagai aspek pembangunan di daerah tertinggal, yaitu perencanaan wilayah, sarana dan prasarana, ekonomi, dan SDM.

Sepanjang 2015-2020, Gus Menteri menyampaikan, di Provinsi Papua desa sangat tertinggal turun dari 3.789 menjadi 2.898 desa, sedangkan desa maju naik dari lima menjadi 21 desa, serta muncul satu desa mandiri.

Baca juga: Anggota DPR dukung rencana pemekaran di Papua tingkatkan IPM

Di Provinsi Papua Barat, kata dia, desa sangat tertinggal turun dari 921 menjadi 890 desa, sedangkan desa maju naik dari empat menjadi 11 desa.

Dalam rangka mewujudkan masyarakat desa yang berdaya dan mampu berkontribusi terhadap transformasi desa, Kemendes PDTT memiliki program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad).

"Wilayahnya dikembangkan dari Papua dan Papua Barat," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini program tersebut juga dilaksanakan di Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

"Ada 1.720 desa yang akan dikembangkan lebih lanjut menjadi desa mandiri, terutama melalui strategi peningkatan pendapatan keluarga, yang mengelola produk unggulan tiap desa," katanya.

Pada 2021, program Tekad menyiapkan berbagai pelatihan, pembekalan, dan kesiapan lapangan.

"Program lapangan dijalankan mulai tahun 2022," kata Gus Menteri.

Baca juga: Moeldoko beberkan keberhasilan Jokowi bangun Papua dan Papua Barat
Baca juga: IPM Papua berubah dari kategori Rendah jadi Sedang

 

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021