Pengamat: Induk BUMN pangan bakal gabungkan rantai nilai hulu-hilir

Pengamat: Induk BUMN pangan bakal gabungkan rantai nilai hulu-hilir

Anggota tim pemantau kebutuhan pokok melihat tumpukan beras di Gudang Bulog Gadang, Malang, Jawa Timur, Rabu (28/4/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj/am.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat BUMN Toto Pranoto dari Universitas Indonesia (UI) menilai rencana pembentukan holding atau induk BUMN pangan kemungkinan akan menggabungkan flow atau alur rantai nilai dari hulu hingga ke hilir seiring rencana merger BUMN klaster pangan.

"Konsep holding pangan BUMN kelihatannya dibuat dengan menggabungkan flow rantai nilai dari hulu ke hilir," ujar Toto saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu.

Dia mencontohkan, misalnya RNI, memiliki bisnis lahan perkebunan di hulu, demikian pula Pertani dan Sang Hyang Seri (SHS) yang ditugaskan untuk penyediaan bibit dan pupuk, lalu processing di sebagian pabrik RNI, serta proses distribusi dan trading di sektor hilir oleh BGR Logistics dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Kendati demikian Toto menekankan pentingnya modernisasi di sektor hulu induk BUMN pangan tersebut. Sementara di level produktivitas lahan (on farm) perlu ditingkatkan, terutama kerja sama BUMN dengan petani lokal melalui program inti-plasma, di mana standarisasi kualitas produk dan produktivitas perlu dijaga .

Demikian pula sumber ikan di hulu membutuhkan pasokan yang lebih baik . Caranya dengan peningkatan kualitas kapal penangkap, kualitas gudang penyimpanan di jaringan pelabuhan ikan yang dioperasikan BUMN-BUMN perikanan.

"Jadi tantangan-tantangan utama terutama di hulu dan proses harus ditangani supaya holding pangan ini bisa menciptakan nilai yang optimal," ujarnya.

Baca juga: Dirut RNI ungkap rencana prioritas holding BUMN pangan

Sebelumnya PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI sebagai calon induk BUMN klaster pangan berharap Peraturan Pemerintah (PP) tentang induk BUMN pangan bisa terbit pada kuartal III tahun ini.

Terdapat delapan BUMN yang akan bergabung ke dalam klaster pangan. Delapan BUMN tersebut adalah Sang Hyang Seri, Pertani, PT Perikanan Nusantara, Perum Perikanan Indonesia, Berdikari, PT Garam, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan BGR Logistics.

Baca juga: PT RNI ingin PP holding BUMN pangan terbit di kuartal III tahun ini

Baca juga: PT PPI akan merger dengan BGR Logistics dukung holding BUMN pangan

 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021