Perindo siap jadi "offtaker" hasil nelayan dalam induk BUMN pangan

Perindo siap jadi

Ilustrasi: Nelayan tradisional memindahkan hasil tangkapan ikan pukat jaring ke dalam keranjang di perairan laut Kampung Jawa, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (20/4/2021).. ANTARA FOTO/Rahmad/rwa. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Jakarta (ANTARA) - Perum Perikanan Indonesia (Perindo) selaku BUMN perikanan menyatakan siap berperan sebagai penjamin atau offtaker hasil tangkapan ikan nelayan dalam induk BUMN pangan yang saat ini dalam proses pembentukan.

“Komoditas perikanan sama pentingnya dengan komoditas pangan lain. Oleh karena itu, peran Perum Perindo juga akan besar di BUMN klaster pangan,” ujar Direktur Utama Perum Perindo Fatah Setiawan Topobroto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Peran offtaker, lanjut dia, guna mengamankan stok dan harga ikan agar tidak jatuh ke tangan tengkulak.

Dirut Perum Perindo bersama 8 direktur utama BUMN pangan lainnya telah menandatangani komitmen kesepakatan yang isinya, antara lain akan merealisasikan program bersama dalam rangka konsolidasi BUMN industri pangan.

Baca juga: Pengamat: Induk BUMN pangan bakal gabungkan rantai nilai hulu-hilir

Kedua, akan mewujudkan terlaksananya operational excellence di BUMN industri pangan untuk meningkatkan kinerja dan ketahanan pangan nasional.

Penandatanganan komitmen tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury dan Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon.

Sebelumnya Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury menyampaikan arahan Menteri BUMN Erick Thohir untuk dilakukan harmonisasi pendapat antar-BUMN klaster pangan mengenai rencana proses bisnis model yang akan dijalankan. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas BUMN pangan.

Baca juga: Wamen BUMN berharap holdingisasi BUMN pangan tingkatkan produktivitas

Baca juga: Pengamat: Merger BUMN pangan bisa tingkatkan koordinasi dalam holding


 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021