Wapres: Ketahanan pangan berpengaruh pada stabilitas politik negara

Wapres: Ketahanan pangan berpengaruh pada stabilitas politik negara

Tangkapan layar Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada Seminar Nasional Ketahanan Pangan Keluarga dan Amaliyah Ramadhan 1442 Hijriah, yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara daring, Senin (3/5/2021). ANTARA/Fransiska Ninditya.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan ketahanan pangan berperan penting bagi kehidupan suatu bangsa dan berdampak pada keberlangsungan stabilitas politik dan ekonomi suatu negara.

"Jika suatu negara tidak dapat menyediakan pangan yang cukup bagi rakyatnya, maka dapat mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi dan menimbulkan gejolak sosial dan politik," kata Wapres saat membuka Seminar Nasional Ketahanan Pangan Keluarga dan Amaliyah Ramadhan 1442 Hijriah secara daring, Senin.

Sebagai kebutuhan paling mendasar bagi manusia, Pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan masyarakat dapat terpenuhi setiap saat, tambah Wapres.

Baca juga: Wapres: Digitalisasi berperan penting di perkembangan ekonomi syariah
Baca juga: Wapres: Pembatasan mudik tingkatkan penjualan daring produk halal
Baca juga: Wapres minta BPD segera dikonversi menjadi bank syariah


Ketahanan pangan nasional juga merupakan faktor penting yang harus dibangun untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta termasuk bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional, katanya.

"Kondisi pangan yang kritis bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas nasional," katanya.

Wapres mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia dan hak untuk mengakses pangan merupakan salah satu unsur hak asasi manusia (HAM), seperti diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 dan Deklarasi Roma Tahun 1996.

"Pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa," katanya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan.

Wapres menjelaskan keterpenuhan tersebut harus tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.

"Ketahanan pangan ini nantinya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan nasional," ujarnya.

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021