Pentingnya menanamkan PHBS sejak dini guna cegah COVID-19

Pentingnya menanamkan PHBS sejak dini guna cegah COVID-19

Ilustrasi edukasi PHBS kepada anak-anak sekolah. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara intensif dan berkelanjutan sangat penting diberikan sejak dini, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Edukasi tentang PHBS sangat penting untuk diberikan kepada anak-anak kita di saat seperti ini. Penting bagi seluruh anak di Indonesia untuk dapat memperoleh metode pembelajaran yang efektif tanpa takut ancaman kesehatan di sekitarnya," kata dosen Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Purnawati Hustina Rachman, S.Gz., M.Gizi dalam siaran pers pada Jumat.

Membiasakan anak menerapkan PHBS dengan benar misalnya senantiasa mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri serta memastikan mereka mendapatkan gizi seimbang akan menjaga imunitasnya tubuh.

Baca juga: PHBS, isolasi diri, dan social distancing efektif cegah COVID-19

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, PT Ajinomoto Indonesia bekerja sama dengan IPB menginisiasi edukasi PHBS di sekolah-sekolah dengan mengangkat tema "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar".

Purnawati menilai menjaga anak-anak dari COVID-19 bukan semata tugas pemerintah dan harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Dengan Pandemi COVID-19 yang belum stabil, mau tidak mau kita harus bantu berikan support system untuk anak-anak kita. Nah, kita mewujudkannya melalui pemberian SLP ini," ucap Tina.

SLP, School Lunch Program adalah program makan siang dengan gizi seimbang yang diberikan ke sekolah-sekolah oleh Ajinomoto sejak 2018.

Program disebut berhasil menurunkan prevalensi anemia dan memperbaiki status gizi, serta meningkatkan daya konsentrasi atau daya ingat anak-anak di sekolah-sekolah sasaran.

"Salah satu aspek yang juga kami perhatikan dalam SLP adalah keberlanjutan. Saat ini kami sedang mengembangkan ide untuk menyebarkan SLP ke lebih banyak pesantren dan sekolah, sehingga diharapkan dampak positif dari program ini dapat dirasakan oleh mereka. Dengan demikian, SLP dapat dirasakan dan menjangkau lebih banyak anak sekolah, remaja, dan berkontribusi dalam meningkatkan pendidikan gizi di Indonesia," kata dia.

Katarina Larasati, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia mengatakan akan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penanggulangan masalah gizi di Indonesia dengan melakukan sosialisasi SLP ke pesantren dan sekolah bersama IPB.

Baca juga: "World Oral Health Day" jadi momentum ingatkan masyarakat soal PHBS

Baca juga: Nila F Moeloek sebut tidak lebih 20 persen masyarakat sadar kesehatan

Baca juga: Dokter: PHBS harus dimulai sejak dini

Pewarta : Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021