Pengunjung Pasar Senggol diatur satu arah agar tidak berkerumun

Pengunjung Pasar Senggol diatur satu arah agar tidak berkerumun

Dokumentasi - Pasar Senggol Makassar sebelum wabah COVID-19. (ANTARA/Nurhaya J Panga)

Makassar (ANTARA) - Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya mengatur kios pedagang dan para pengunjungnya agar tidak berkerumun saat berbelanja dengan cara membuat jalan satu arah setiap bloknya.

Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Basdir di Makassar,  Sulawesi Selatan, Sabtu, mengatakan, pengaturan sistem satu arah bagi pengunjung untuk masuk di setiap blok pedagang merupakan bagian dari upaya untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan mencegah terjadinya kerumunan.

"Apa yang dilakukan oleh Kepala Pasar Senggol itu sangat tepat, setidaknya itu mengurangi kerumunan dan desakan yang biasanya terjadi saat dua arah," ujarnya.

Bukan cuma lajur satu arah, dia juga menyarankan diberlakukan sistem satu pintu tersebut. Setiap kepala-kepala unit pasar diminta memajang spanduk imbauan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang dipajang di beberapa titik yang mudah terlihat.

"Sebaiknya kepala-kepala pasar memajang spanduk himbauan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan sekaligus memasang surat edaran Wali kota dalam bentuk baliho besar. Biar pedagang dan pengunjung juga bisa melihat," katanya.

Basdir juga berharap sistem satu arah di Pasar Senggol ini bisa diterapkan di Makassar Mall dan Pasar Butung yang kapasitas pasar dan pengunjungnya jauh lebih besar dari Pasar Senggol Cenderawasih.

"Kita mau Pasar Senggol jadi percontohan. Kalau ini berhasil kita coba terapkan di pasar lain seperti Makassar Mall dan Pasar Butung," katanya.

Penerapan sistem satu arah itu sesuai surat edaran Wali Kota Makassar No.443.01/191/S.Edar/Kesbangpol/V/2021 tanggal 04 Mei 2021 tentang perpanjangan pembatasan Kegiatan Masyarakat pada masa COVID-19 di Kota Makassar.
Baca juga: Wali Kota Makassar ancam tutup Mal Panakukang karena langgar prokes
Baca juga: PD Pasar Makassar segel dua kios pedagang karena menunggak
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021