WRF tunggu KOI perihal keikutsertaan pedayung Indonesia di Olimpiade

WRF tunggu KOI perihal keikutsertaan pedayung Indonesia di Olimpiade

Dua pedayung muda, Mutiara dan Melani, bersama manajer tim Budiman Setiawan (HO/PB PODSI)

Jakarta (ANTARA) - Organisasi dayung rowing dunia (World Rowing Federation/WRF) menunggu konfirmasi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) perihal kepastian keikutsertaan Mutiara Rahma Putri dan Melani dalam Olimpiade Tokyo.

Dalam surat kepada PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) yang ditandatangani Direktur Eksekutif WRF, Matt Smith, Minggu, WRF mengatakan mereka menunggu konfirmasi tersebut selambat-lambatnya hingga 28 Mei 2021.

Menurut siaran pers dari PB PODSI yang diterima ANTARA, Senin, dalam surat tersebut, WRF yang berkantor di Lausanne, Swiss, menguucapan selamat kepada PB PODSI karena pedayung rowing nomor ganda putri kelas ringan (LW2x atau Lightweight Women Doubles) Indonesia, Mutiara Rahma Putri dan Melani Putri, lolos kualifikasi dan berhak berlomba dalam Olimpiade Tokyo 2021 pada 23 Juli sampai 8 Agustus 2021. 

Mutiara asal Jambi dan Melani asal Jawa Barat lolos dalam babak kualifikasi Olimpiade untuk kawasan Asia dan Oseania atau “Asia & Oceania Olympic Continental Qualification Regatta” di Tokyo 5-7 Mei 2021 lalu, dan keduanya telah tiba kembali di tanah air, Sabtu (8/5). Kedua atlet ini harus menjalani isolasi hingga 13 Mei 2021 di sebuah hotel di Jakarta, sebelum diijinkan bergabung kembali dalam pemusatan latihan nasional dayung di Pengalengan, Jawa Barat.

Baca juga: Pedayung rowing Indonesia membuka peluang lolos olimpiade 
Baca juga: Delapan atlet dayung Indonesia bertekad rebut tiket olimpiade 


Manajer tim dayung rowing Indonesia, Budiman Setiawan, yang memimpin tujuh atlet dan dua pelatih pelatnas ke babak kualifikasi Asia dan Oseania di Tokyo 5-7 Mei 2021 guna bersaing dengan tim dari 17 negara lainnya, menyatakan gembira atas lolosnya Mutiara dan Melani.

“Ini kejutan, karena mereka masih sangat muda, Mutiara masih junior dan Melani masih di bawah 23 tahun. Sebenarnya PODSI ingin mengirim mereka ke Kejuaraan Dunia U23 di Racice, Republik Czech, 7 sampai 11 Juli 2021, namun kendalanya, sepulang dari Czech mereka harus menjalani isolasi enam hari di hotel sehingga berpotensi akan menurunkan prestasi, padahal Olimpiade sudah sangat dekat, yaitu mulai 23 Juli 2021,” kata Budiman yang juga Wakil Ketua Umum Pengurus Besar PODSI.

Sementara itu, pada babak kualifikasi dayung rowing di Swiss, tim nasional dayung rowing Indonesia juga mengikuti Final Olympic Qualification Regatta atau lomba kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021 nomor lainnya di Danau Rotsee, dekat Kota Lucerne, Swiss, pada 15-17 Mei 2021.

Dua atlet putra, Denri Maulidzar Alghifari dan Ferdiansyah, didampingi pelatih Agus Budy Aji, dijadwalkan tiba di Bandara Zurich pada 11 Mei 2021 dan selanjutnya menginap di Hotel de la Paix di Kota Lucerne yang berjarak 52 kilometer dari Zurich. 

Baca juga: Dayung Indonesia ikuti kualifikasi Olimpiade di Jepang dan Thailand 
Baca juga: 7 pedayung Indonesia ikuti prakualifikasi Olimpiade di Tokyo 
Baca juga: Timnas dayung bertekad lolos ke Olimpiade meski sesi latihan terhenti 

 
Pewarta : Dadan Ramdani
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021