Empat daerah di Banten masuk zona rendah penularan COVID-19

Empat daerah di Banten masuk zona rendah penularan COVID-19

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memantau posko mudik di Serang, Selasa. (ANTARA/Mulyana)

Serang (ANTARA) - Empat daerah dari delapan kabupaten/kota di Banten masuk zona kuning atau zona risiko rendah penukaran COVID-19. Sedangkan empat daerah lainnya masuk zona oranye atau risiko sedang.

"Alhamdulillah per hari ini dua daerah di Provinsi Banten yaitu Kabupaten dan Kota Serang bergerak positif menjadi risiko rendah (zona kuning) COVID-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang juga juru bicara satgas penanganan COVID-19 Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti di Serang, Selasa.

Empat daerah yang sudah masuk zona kuning yakni Kabupaten dan Kota Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Sedangkan empat daerah lainnya yang masuk zona oranye yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangsel dan Kota Cilegon.

"Kemarin kan hanya dua daerah yang masuk zona kuning. Hari ini bertambah dua daerah, sehingga jadi empat daerah," kata Ati.

Baca juga: Kawasan pariwisata di zona merah dan oranye Banten ditutup

Baca juga: Masih pandemi, warga Tangerang di perantauan diimbau tak mudik


Sementara itu Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meninjau Pos Pengamanan (Pospam) Idul Fitri di pintu masuk Tol Ciujung dan Jalan Raya Jakarta-Tangerang, Kecamatan Cikande. Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada warga yang memaksa mudik dalam kondisi positif COVID-19.

“Untuk wilayah Kabupaten Serang, ada Pospam penyekatan yang ditinjau, yakni di Ciujung dan Cikande. Ini standar operasional yang dilaksanakan TNI-Polri bersama Pemda,” kata Tatu.

Menurut Tatu, pemerintah pusat sudah melarang masyarakat untuk mudik pada momen Idul Fitri Tahun ini. Hal ini karena, pandemi COVID-19 belum berakhir.

“Semoga upaya kita semua sesuai harapan pemerintah pusat dan pemda, bahwa lebaran ini tidak menjadi kluster peningkatan COVID-19,” kata Tatu..

Dia berharap masyarakat terutama warga Kabupaten Serang untuk patuh terhadap aturan pemerintah. Aturan tersebut dikeluarkan untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Jika kondisi sudah kondusif, kita bisa bersilaturahmi kembali dengan normal. Mudik pun, tidak akan sampai ke tempat tujuan, nanti ada pemeriksaan. Nanti petugas akan memerintahkan putar balik,” ujarnya.

Tatu mendapatkan laporan, 2 warga asal Kota Serang dan Kabupaten Lebak yang memaksa untuk mudik. Kemudian dilakukan pemeriksaan tes cepat oleh tim kesehatan.

“Hasilnya reaktif COVID-19, padahal tidak menunjukkan gejala terinfeksi. Kemudian dilakukan penanganan sesuai prosedur,” kata dia.

Kepala Puskesmas Kragilan, Dr. Elizabet membenarkan, ada 2 warga Lebak dan Kota Serang yang terkonfirmasi akan mudik, kemudian berdasarkan pemeriksaan positif COVID-19.

“Kami lakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah wilayah asal untuk ditangani bersama. Dalam penanganan warga terkait COVID-19, kami ada komunikasi lintas kabupaten/kota,” ujarnya.*

Baca juga: Antisipasi klaster baru, perkantoran Tangerang terapkan WFH 50 persen

Baca juga: 330 ribu penduduk Banten sudah divaksin COVID-19
Pewarta : Mulyana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021