Siap lahirkan 10.000 eksportir, Kampus UMKM Shopee Ekspor diresmikan

Siap lahirkan 10.000 eksportir, Kampus UMKM Shopee Ekspor diresmikan

Perusahaan e-commerce Shopee Indonesia bersama Walikota Surakarta Gibran Rakabuming meresmikan dibukanya ‘Kampus UMKM Shopee Ekspor’ di Surakarta, Solo, Rabu. (ANTARA/ Shopee)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan e-commerce Shopee Indonesia bersama Walikota Surakarta Gibran Rakabuming meresmikan Kampus UMKM Shopee Ekspor, yang merupakan lanjutan dari kolaborasi strategis untuk mempersiapkan UMKM Surakarta Go Ekspor guna mewujudkan 10.000 eksportir baru asal Surakarta.

“Kami menyambut baik pembukaan Kampus UMKM Surakarta Ekspor yang diinisiasi Shopee sebagai langkah lanjutan untuk merangkul lebih banyak lagi pelaku bisnis asal Surakarta bisa unjuk gigi ke pasar global ke depannya,” kata Gibran dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Gibran berharap dengan akses pembelajaran dan pendampingan yang semakin mudah, semakin banyak UMKM Surakarta yang meningkatkan kualitas dan menunjukkan mutu barang asli Surakarta yang berdaya saing.

Berlokasi di Banjarsari dekat Stasiun Solo Balapan, Surakarta, bangunan tiga lantai tersebut menandai komitmen jangka panjang Shopee untuk mewujudkan 10.000 eksportir asal Surakarta di akhir tahun ini.

Sementara itu Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja menyampaikanKampus UMKM Shopee Ekspor merupakan langkah awal menjadikan Kota Surakarta sebagai percontohan pendidikan ekspor UMKM pertama.

“Dengan mengedepankan lima fokus utama kami untuk mempersiapkan UMKM go global, yakni edukasi yang berkesinambungan, penyaluran pendanaan, pemasaran online, sistem pembayaran dan logistik, serta ekspor, kami harap pengembangan kapasitas dan kualitas produksi pelaku UMKM Surakarta bisa menjadi lebih terarah,” ujarnya.

Menitikberatkan pada pentingnya pendampingan hulu ke hilir Kampus UMKM Shopee Ekspor mengakomodir seluruh kebutuhan bisnis UMKM, di antaranya edukasi UMKM. Pelaku UMKM di Surakarta dapat langsung datang dan mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelatihan. Shopee menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan para penjual. Kurikulum tersebut mencakup sembilan modul dengan tema berbeda.

Tema tersebut yakni Pembuatan & Pengaturan Toko di Shopee, Pengaturan Pengiriman dan Cara Pemrosesan Pesanan, Pengaturan Fitur Promosi, Pemahaman Manajemen Toko, Mengenal Program-Program Penjual di Shopee dan Pengenalan Shopee Ekspor, Pemahaman Seller Centre dan Mengoptimalkan Manajemen Toko Lebih Lanjut, Meningkatkan Trafik Toko dengan Iklan Shopee, Memaksimalkan Traffic melalui Shopee Feed & Shopee Live, serta Persiapan Menuju Ekspor.

Untuk itu dihadirkan trainer Shopee dan tim Customer Service yang terdedikasi. Trainer Shopee diperuntukkan menjadi perpanjangan tangan Shopee untuk edukasi serta memberikan saran bagi UMKM untuk meningkatkan performa bisnisnya.

Selain itu disediakan pula berbagai fasilitas lainnya seperti fasilitas bantuan pembuatan toko bagi UMKM yang belum terdaftar di Shopee, termasuk pembuatan akun Shopee, pengambilan foto dan unggah produk, serta pendaftaran layanan Gratis Ongkir..

Semua fasilitas yang tersedia dapat digunakan oleh para pelaku UMKM secara gratis di Kampus UMKM Shopee Ekspor.

Kemudian, fasilitas edukasi berupa ruangan pelatihan berkapasitas 30 orang, dengan program edukasi hulu ke hilir lengkap dari cara pembuatan & pengaturan toko, fitur promosi & manajemen toko, cara meningkatkan traffic sampai ke persiapan menuju ekspor.

Pusat Edukasi berisi informasi tentang cara pembuatan dan pengaturan toko dan fitur promosi Shopee dengan laptop serta ponsel yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk mencoba fitur seller center, dan aplikasi shopee

Lalu, fasilitas manajemen logistik yaitu tempat simulasi sistem gudang dengan berbagai peralatan yang layaknya ditemukan di sistem inventaris toko online seperti rak, peralatan pengemasan, barcode scanner, dan printer thermal.

Adapula fasilitas pemasaran merupakan studio foto, live streaming room lengkap dengan backdrop, sistem lighting, tripod serta mikrofon yang bisa langsung digunakan UMKM. Kemudian, fasilitas ekspor yakni pusat ekspor  berisi informasi dan panduan persiapan ekspor serta pojok pameran berbagai produk ekspor dari Solo.

Terakhir, fasilitas ruang pertemuan berisi 4 ruangan yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM dan Shopee Trainer untuk pelatihan dan pendampingan secara individu Fasilitas Kampus UMKM Shopee Ekspor ini dapat digunakan secara gratis untuk para pelaku UMKM khususnya di Kota Surakarta.

Tercatat terdapat sekitar 40.000 UMKM di Surakarta yang terdaftar di Shopee dan 5.000 di antaranya memiliki toko ekspor aktif. Kerja sama dengan Pemkot Surakarta ini sejalan dengan langkah strategis lainnya yang dilakukan Shopee untuk meningkatkan kualitas UMKM.

Saat ini, Shopee mencatatkan keberhasilannya dalam program ekspor dengan peningkatan transaksi harian hingga 6 kali lipat dalam kurun waktu setengah tahun (Juni 2020-Januari 2021).

Pada Februari 2021 sebanyak 1,5 juta produk pedagang lokal berhasil diekspor ke Malaysia, Singapura, dan Filipina. Program Ekspor Shopee terus dikembangkan menjangkau ekspor baru, tidak hanya di Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam yang telah berjalan sejak Maret, tapi juga ke Amerika Selatan yaitu Brasil.

Shopee Indonesia juga berkolaborasi dengan Sekolah Ekspor untuk dapat mencetaknya 500.000 eksportir baru hingga tahun 2030.

Program kolaborasi antara Shopee dengan Sekolah Ekspor ini turut didukung oleh Kementerian Perdagangan serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan sudah dimulai sejak awal Maret 2021.

Baca juga: Ganjar ajak Shopee tingkatkan penjualan UMKM Jateng

Baca juga: Shopee jadi pilihan online marketplace ideal UMKM di Indonesia


 
Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021