Umat Islam Indonesia diminta jaga persatuan dari upaya adu domba

Umat Islam Indonesia diminta jaga persatuan dari upaya adu domba

Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aldjufri memimpin HAUL Pendiri Alkhairaat ke 53 almarhum Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aldjufri yang berlangsung sscara virtual di Masjid Alkhairaat Kota Palu, Ahad malam (23/5). ANTARA/HO-Majelis Riyadus Sholihin Alkhairaat.

Palu (ANTARA) - Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aldjufri mengajak umat Islam di Indonesia mewaspadai upaya memecah belah persatuan antar umat beragama dan yang dilakukan kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan agama tertentu.

Oleh sebab itu bersatu agar patuh dengan pemerintah utamanya ulama menjadi kunci agar tidak terprovokasi dengan hasutan kelompok-kelompok tersebut.

"Persatu dan kesatuan kita pegang utuh dan jangan ikut-ikutan aliran yang selalu mengkafirkan seolah-olah hanya mereka yang benar," katanya saat menyampaikan amanatnya dalam Haul Pendiri Alkhairaat ke 53 almarhum Habib Sayyid Idrus bin Salim Aldjufri atau Guru Tua secara virtual di Kota Palu, Ahad malam.

Terlebih kelompok-kelompok yang menghasut dan mengajak umat Islam untuk berperang melawan pemerintahan yang sah yang dipilih berdasarkan konstitusi dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Baca juga: Ratusan orang gelar aksi bela Palestina di Aceh

Baca juga: FUIB Sulsel dorong Indonesia segera kirim bantuan kemanusiaan

"Kita tidak boleh melawan dan memusuhi pemerintahan yang sah yang dipilih oleh rakyat. Tidak boleh kita mengangkat senjata untuk melawan pemerintah. Itu tidak dibenarkan," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh umat Islam di Indonesia termasuk di Sulteng agar senantiasa berpegang teguh dengan ajaran yang di bawa oleh Guru Tua yang berlandaskan Al Quran dan Hadis agar tidak tersesat dan terhasut dengan kelompok-kelompok pemecah belah dan adu domba.

Selain itu Habib Saggaf menyatakan madrasah dan pondok pesantren (ponpes) merupakan sarana pendidikan dan tempat untuk memperbaiki orang-orang yang rusak.

Baik orang-orang yang rusak akhlak perilakunya, juga orang-orang yang kurang bahkan sama sekali tidak mengenyam pendidikan formal maupun non formal sehingga tidak mendapat ilmu pengetahuan.

"Madrasah atau ponpes itu macam (seperti) tempat-tempat untuk memperbaiki segala sesuatu. Nah, begitu juga madrasah dan ponpes Alkhairaat. Selain diajarkan dan diberikan ilmu pengetahuan, juga akhlak mereka diperbaiki," ucapnya.*

Baca juga: Cegah COVID-19, umat Islam Minahasa Tenggara patuh tak "open house"

Baca juga: Terapkan prokes, umat Islam Bali shalat Idul Fitri di masjid

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021