Kriminalitas kemarin, ganja hidroponik hingga Roy Suryo diperiksa

Kriminalitas kemarin, ganja hidroponik hingga Roy Suryo diperiksa

Polres Metro Jakarta Barat mengamankan barang bukti dari penggerebekan rumah di Brebes Jawa Tengah yang dijadikan tempat penanaman pohon ganja, Jakarta, Minggu (6/6/2021). ANTARA/HO-Humas Polrestro Jakarta Barat.

Jakarta (ANTARA) - Beragam berita kriminalitas di Kota Metropolitan Jakarta telah diwartakan Kantor Berita Antara, berikut kami rangkum berita kriminalitas kemarin yang paling banyak menarik perhatian publik.

Tersangka kebon ganja hidroponik di Brebes ditangkap polisi

Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menciduk komplotan narkoba jenis ganja hindroponik rumahan di Brebes, Jawa Tengah.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Ronaldo Maradona Siregar menuturkan para tersangka terdiri dari pengguna, pemodal hingga perawat kebon ganja hidroponik.

Rumah seorang warga di Ciracas dibobol maling saat ditinggal kondangan

Sebuah rumah milik seorang warga di RT 13 RW 14 Ciracas, Jakarta Timur, dibobol maling saat ditinggal pergi menghadiri kondangan, pada Minggu (6/6) siang.

Korban atas nama Syahroni (26) mengatakan rumahnya dibobol oleh komplotan maling yang diduga beranggotakan dua orang pria.

Roy Suryo terima 25 pertanyaan terkait laporan terhadap "YouTuber

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menerima 25 pertanyaan dari penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan terhadap pegiat media sosial (YouTuber) Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray.

"Ada 25 pertanyaan buat saya, 25 itu terutama ada sekitar 21 yang menyangkut inti, yang lain kan ada tentang kesehatan paling bawah kan merasa ditekan atau tidak, alhamdulillah baik ya," kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Senin.

Moge Ducati batal ditilang karena knalpot bising tapi standar

Sebanyak dua motor gede (moge) Ducati yang sempat ditilang karena knalpot bising akhir dibatalkan tilangnya lantaran terbukti menggunakan knalpot standar pabrikan.

"Salah satu pengendara yang komplain karena merasa knalpot standar selanjutnya kami menyilakan pengendara untuk datang ke kantor dengan membawa kendaraannya. Setelah dicek, kemudian memang standar. Selanjutnya surat SIM yang ditilang dikembalikan kembali," kata Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi, Senin.
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021