Temui Kominfo, Komisi IV DPR Papua tanya perbaikan jaringan internet

Temui Kominfo, Komisi IV DPR Papua tanya perbaikan jaringan internet

Ketua Komisi IV DPRP Herlin Beatrix M Monim (ketiga kiri depan) dan Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI ayu Widyasari (dua kiri depan) dalam sesi foto bersama usai audiensi yang digelar di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (8/6/2021) (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA) - Komisi IV DPR Papua pada Selasa menemui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menanyakan langsung upaya penanganan gangguan internet akibat putusnya jaringan kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura.

Dalam audiensi yang digelar di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, itu Komisi IV DPR Papua didampingi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Papua.

"DPR Papua bersama Dinas Kominfo ingin langsung berjumpa dan mendengar bagaimana upaya-upaya ke depan dari pemerintah pusat dalam menangani situasi Papua yang dalam kondisi jaringan internet yang masih belum bisa," ujar Ketua Komisi IV DPRP Herlin Beatrix M Monim.

Herlin mengatakan pihaknya ingin mendengar secara langsung upaya yang dilakukan pemerintah pusat dalam memperbaiki jaringan telekomunikasi di Papua. Nantinya, hasil audiensi tersebut akan disampaikan kepada masyarakat di Bumi Cenderawasih itu.

Baca juga: Menkominfo: PON Papua akan didukung telekomunikasi yang baik

Menurut dia, penjelasan tersebut penting lantaran saat ini mulai marak beredar informasi hoaks di tengah masyarakat tentang penanganan perbaikan jaringan telekomunikasi tersebut.

"Karena situasi penyebaran berita hoaks yang begitu cepat, yang mengakibatkan situasi Papua yang menjadi rawan konflik, maka kami perlu bertemu dengan Kominfo secara langsung," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Herlin juga menanyakan tentang kesiapan infrastruktur telekomunikasi dalam menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung Oktober mendatang.

Dia menyebut bahwa saat ini operator seluler yang memiliki kualitas sinyal tergolong baik hanya Telkomsel. "Situasinya apakah PON bisa tetap terlaksana sementara tidak ada operator lain selain Telkomsel di Papua. Itu kami ingin meminta penjelasan dari Kementerian Kominfo," kata Herlin.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Ayu Widyasari menyampaikan bahwa penanganan perbaikan jaringan telekomunikasi di Papua terus dilakukan.

Baca juga: Disdik Papua berharap jaringan internet segera normal

Dia mengatakan bahwa berdasarkan pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam jumpa pers pada Senin (7/6), disebutkan bahwa proses pemulihan akan rampung pada bulan ini.

Selain itu, dia juga menekankan bahwa Kominfo dan PT Telkom terus melakukan upaya-upaya dalam pemulihan jaringan telekomunikasi di Papua. Salah satunya dengan menyediakan link back up dengan kapasitas sebesar 4,7 Gbps.

Telkom juga telah menyiapkan rencana jangka panjang dengan membangun jalur baru Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jayapura-Sarmi-Waisai. Proyek yang membentang sepanjang 1.141 KM tersebut sedang dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun 2022.

"Jadi usaha-usaha untuk melakukan recovery secepatnya memang sedang dilakukan oleh PT Telkom," kata dia.

Adapun terkait persiapan PON, Ayu mengatakan Kominfo telah melakukan pengukuran kualitas sinyal di lokasi yang menjadi tempat digelarnya pesta olahraga empat tahunan itu, yakni di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

"Tinggal satu kota lagi yang belum kami lakukan pengukuran, yakni di Timika. Dari pengecekan kualitas sinyal di lokasi venue PON itu ada tiga operator yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat, cuma ada beberapa titik yang secara kualitas sinyal belum diukur dengan baik, karena coverage-nya cukup kecil di wilayah tersebut," kata Ayu.

Baca juga: Pembangunan infrastruktur TIK jadi program strategis Kemkominfo 2022

"Kami akan dorong dua operator lain untuk memperbaiki kualitas sinyal di venue PON, karena memang saat ini yang cukup baik sinyalnya yakni Telkomsel," sambung dia.

Ditemui seusai audiensi, Kadis Kominfo Papua Jery A Yudianto menyampaikan bahwa jaringan telekomunikasi di wilayah Jayapura secara perlahan sudah mulai pulih.

"Kurang lebih tadi pukul 12.30 WIB atau 14.30 WIT jaringan pelan namun pasti sudah mulai berjalan," ujar Jery.

Dia berharap jaringan telekomunikasi di Papua bisa kembali normal secara bertahap mengingat gangguan yang terjadi di wilayah terdampak telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (7/6), menjanjikan proses pemulihan jaringan kabel laut SMPCS ruas Biak-Jayapura yang terputus pada 30 April lalu akan selesai dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

Sebelumnya, terjadi gangguan telekomunikasi di Jayapura akibat Sistem komunikasi kabel laut milik PT Telkom ruas Biak-Jayapura putus pada 30 April lalu.

Dari hasil investigasi sementara, putusnya kabel laut tersebut diakibatkan oleh faktor alam.

Total kapasitas yang terdampak akibat putusnya jaringan kabel laut tersebut sebesar 154 Gbps. Adapun total lalu lintas (traffic) normal seluruh Papua sebesar 464 Gbps.

Sebanyak empat wilayah mengalami gangguan layanan, yakni di Jayapura, Abepura, Sentani, dan Sarmi.

Sebagai mitigasi jangka pendek, Telkom menyediakan kapasitas link back up sebesar 4,7 Gbps, ditunjang dari pemanfaatan link satelit sebesar 2.662 Mbps, radio long houl Palapa Ring Timur 500 Mbps, dan radio long houl Sarmi-Biak 1.600 Mbps.

Baca juga: Layanan telekomunikasi di Jayapura pulih seluruhnya

Baca juga: PT Telkom diminta normalkan lagi jaringan internet di Papua
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021