Profesor UI: Kepemimpinan Megawati bantu pelaksanaan tugas TNI

Profesor UI: Kepemimpinan Megawati bantu pelaksanaan tugas TNI

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, pada 27 September 2017. ANTARA/HO-PDIP/aa.

Jakarta (ANTARA) -
Guru Besar Sosiologi di Universitas Indonesia, Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, mengatakan kepemimpinan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mampu membantu pelaksanaan tugas Kementerian Pertahanan dan TNI.
 
"Megawati seorang pakar bidang kepemimpinan strategik, yang sangat terkait dengan bidang pertahanan," kata Gumilar dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis.
 
Selama menjabat sebagai presiden, lanjut dia, Megawati banyak menerbitkan berbagai kebijakan yang sangat mendukung tugas-tugas Kementerian Pertahanan dan TNI.
 
Gumilar yang mengaku mempelajari peran penting serta kontribusi Megawati, baik sebagai wakil presiden, presiden, dan sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), menyebutkan, berbagai ide dan gagasan-nya tentang pertahanan juga dituangkan dalam berbagai dokumen negara dan sebagian ditulis dalam bentuk buku-buku monograf.
 
Seperti buku yang berjudul "Pembangunan Kedaulatan Pangan untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Bangsa Indonesia" dan "Politik Pendidikan Nasional".
 
"Kedua buku monograf tersebut menunjukkan pemikiran akademik beliau yang jelas menggunakan perspektif ilmu kepemimpinan berikut aplikasi teori dan kaidah-kaidah parameternya," tutur Gumilar.
 
Demikian pula artikel ilmiah yang dipublikasikan oleh Jurnal Pertahanan terindeks SINTA berjudul "The Leadership of President Megawati in the era of Multidimensional Crisis, 2001-2004". Lalu "Establishment of Pancasila as a Grounding Principles of Our Nation".
 
"Kedua artikel tersebut merupakan karya ilmiah yang signifikan atas kepemimpinan beliau di dalam memimpin Indonesia mengatasi berbagai krisis yang sangat kompleks pada tahun-tahun pasca-reformasi," ujar Gumilar menjelaskan.
 
Dari perspektif ilmu sosiologi, dia menilai tata pemerintahan beliau sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan merupakan wujud nyata aplikasi limu Pengetahuan Kepemimpinan Strategik atau Strategic Leadership.
 
"Saya menilai kontribusi ilmiah Ibu Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri telah memenuhi syarat dan ketentuan untuk diusulkan menjadi Guru Besar Tidak Tetap di Unhan RI bidang keilmuan Kepemimpinan Strategik," ucap Gumilar.
 
Sementara itu, Profesor Mizuno Kosuke, yang adalah emeritus of development studies di Kyoto University Japan juga merekomendasikan putri Bung Karno itu diberi gelar guru besar dalam kepemimpinan strategis oleh Unhan.
 
"Karena beliau (Megawati) telah diakui sebagai pemimpin politik nasional yang sukses untuk demokratisasi di Indonesia, dan juga pembangunan kelembagaan di tingkat pemerintahan," kata Mizuno.
 
Menurut pria yang menjadi profesor tamu di Universitas Indonesia dan beberapa kampus terbaik dunia lainnya itu, Megawati memiliki peran yang menonjol sebagai pemimpin regional dalam membawa negara dan pemerintahan Indonesia ke tingkat pencapaian kepemimpinan. Yang tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga di tingkat global.

Baca juga: Guru Besar UNP: Megawati pantas dapatkan gelar profesor kehormatan

Baca juga: PDIP apresiasi Megawati terima gelar profesor kehormatan dari Unhan
 
"Dari perspektif ilmu politik, saya percaya pemerintahan dan kepemimpinan-nya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan adalah implementasi nyata dari Kepemimpinan Politik," ujarnya.
 
Yang istimewa, Megawati melalui semuanya dengan baik walau benar-benar ditentang oleh rezim otoriter Soeharto.
 
Sempat diserang dengan pengerahan kekuatan polisi dan tentara di peristiwa 27 Juli 1996, Megawati terbukti tetap menjadi ketua dan melindungi partai dengan segala cara.
 
"Usahanya sungguh berani dan berarti dalam proses demokratisasi di Indonesia. Usahanya mendapat simpati dan dukungan tidak hanya dari anggota PDI, tetapi juga dari masyarakat di Indonesia. Sungguh dia menjadi simbol perlawanan terhadap rezim otoriter Presiden Soeharto, dan demokratisasi di Indonesia," kata Mizuno.
 
Saat menjabat di eksekutif, Megawati membangun kelembagaan demokratisasi Indonesia. Dari Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Badan Narkotika Nasional, Lembaga Penjamin Simpanan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Itu adalah sebagian dari lembaga penting yang didirikan selama masa kepresidenan-nya," tutur-nya.
 
Mizuno juga menilai Megawati mewarisi dan mampu mempertahankan idealisme Soekarno, terutama rasa hormat dan simpati kepada rakyat jelata.
 
Simpatinya kepada rakyat jelata diwujudkan dalam berbagai kebijakan-nya. Lahirlah Undang-Undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional tahun 2004. Terakhir, sistem jaminan sosial nasional dibentuk pada tahun 2014 sebagai Penyelenggara Jaminan Sosial Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Baca juga: Unhan akan berikan gelar profesor kehormatan kepada Megawati

Baca juga: Megawati ingatkan prajurit TNI jangan lupakan strategi perang gerilya
 
Megawati juga berhasil menyampaikan dan mewujudkan gagasan integritas wilayah dan keamanan nasional. Dia menekankan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
"Beberapa penghargaan doktor kehormatan dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri menjadi bukti pengakuan pemikiran akademik atas keahliannya di bidang Kepemimpinan Strategis, yang juga erat kaitannya dengan bidang Ilmu Pertahanan," urai Mizuno.
 
Megawati juga memiliki kharisma yang unik dan kompetensi yang tinggi tidak hanya di bidang politik tetapi juga di bidang ekonomi dalam memimpin Indonesia mengatasi berbagai krisis yang sangat kompleks di tahun-tahun pasca-reformasi dan membangun kepercayaan internasional kepada pemerintah Indonesia.
 
"Indonesia masa kini dicirikan oleh ide-nya, dan realisasi dan perwujudan idealisme-nya. Sungguh prestasi dan dedikasi-nya layak sebagai guru besar terhormat dari Universitas Pertahanan," tutup Mizuno.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021