Aktivis KNPB penyebar hoaks ditangkap di Merauke

Aktivis KNPB penyebar hoaks ditangkap di Merauke

Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudussy. ANTARA/Evarianus Supar/am.

Timika (ANTARA) - Tim Satuan Tugas Siber Ops Nemangkawi menangkap EKM (38), aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Merauke karena menyebarkan hoaks (berita bohong) dan bernada provokatif melalui Facebook Manuel Metemko.

Kepala Satgas Humas Ops Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudussy dalam keterangan tertulisnya sebagaimana diterima ANTARA di Timika, Kamis, menyebut EKM ditangkap di rumahnya di kawasan Jalan Perikanan Darat, Kelurahan Kelapa V, Merauke pada Rabu malam.

"Penangkapan saudara EKM menindaklanjuti penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya oleh Satgas Ops Nemangkawi dan adanya LP/A/252/VI/2021/SPKT/Sat Reskrim/Res Merauke/Polda Papua, tanggal 07 Juni 2021," kata Kombes Iqbal.

Baca juga: Aktivis KNPB Timika diperiksa polisi, sebarkan hasutan di medsos

Baca juga: Dua aktivis KNPB ditangkap karena hina Kapolda Papua


Aparat juga menyita sebuah telepon genggam merek VIVO warna biru Model = Y15 2019, Imei=35930210112XXXX No.Hp=08134283XXXX.

Dari upaya penyelidikan online terhadap media sosial yang dilakukan Satgas Siber Ops Nemangkawi diketahui terdapat lima informasi terkait akun facebook atas nama Manuel Metemko.

Kombes Iqbal mengatakan pelaku langsung digelandang menuju Polres Merauke untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti yang diamankan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuat dan menyebarluaskan berita bohong apalagi informasi bernada provokatif dan bertendensi kebencian untuk memicu permusuhan antarindividu maupun antarkelompok masyarakat.

"Jangan suguhkan berita-berita kebencian yang berakibat timbulnya permusuhan antarsesama anak bangsa di bumi Papua. Masyarakat ingin hidup damai," katanya mengingatkan.

Atas perbuatannya itu, kini EKM meringkuk dalam sel tahanan Polres Merauke dan terancam hukuman penjara selama beberapa tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008.

Baca juga: Tiga aktivis KNPB didakwa melakukan pidana makar
Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021