Lapas Salemba gandeng 7 lembaga tingkatkan keterampilan warga binaan

Lapas Salemba gandeng 7 lembaga tingkatkan keterampilan warga binaan

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) DKI Jakarta, Marcelina Budiningsih memperlihatkan kerajinan tangan produksi warga binaan di Lapas Kelas II Salemba, Jakarta, Kamis (17/6/2021). ANTARA/HO-Lapas Kelas IIA Salemba

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba menggandeng tujuh lembaga, dari hotel hingga universitas untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan warga binaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Salemba Yosafat Rizanto mengatakan di Jakarta, Kamis, perjanjian kerja sama ini sempat terhenti selama 2 tahun.

Baca juga: Rutan Salemba kembali razia kamar tahanan cegah peredaran narkoba

Dengan berjalannya lagi kerja sama ini, ia berharap pelatihan dapat meningkatkan keterampilan yang dimiliki warga binaan, sehingga dapat memudahkan mereka ketika keluar dari Lapas.

"Harapan saya ketika mereka keluar dari sini tidak melakukan tindak pidana lagi dan bisa mengembangkan keterampilan yang mereka dapat," kata Yosafat dalam keterangannya.

Baca juga: Rutan-Lapas Salemba beri remisi untuk 28 warga binaan di Hari Waisak

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) DKI Jakarta, Marcelina Budiningsih mengatakan kerja sama ini melibatkan hotel, universitas, hingga puskesmas agar warga binaan memiliki keterampilan.

Ia mengungkapkan warga binaan di lapas saat ini sudah banyak menghasilkan kerajinan tangan mulai dari sandal hotel, tas, penutup minuman, hingga tempat tisu. Produksi karya dari warga binaan pun bisa dijual ke masyarakat umum.

Baca juga: Sidak gabungan di rutan dan lapas, petugas sita telepon hingga kompor

"Warga binaan juga dilatih keterampilan lainnya, seperti memperbaiki peralatan elektronik. Jadi jika warga binaan keluar dari sini bisa mengembangkan keahlian mereka masing-masing," kata Marcelina.

Saat ini, kerajinan tangan yang masih berjalan adalah pembuatan sandal hotel. Namun sejak pandemi pembuatan sandal mengalami kesulitan sebagai akibat turunnya okupansi hotel.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021