90 persen nakes Kudus yang dilindungi vaksin sudah sembuh

90 persen nakes Kudus yang dilindungi vaksin sudah sembuh

Dokumentasi. Vaksinator menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac ke seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah Senin (25/1/2021). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Badai Ismoyo mengemukakan pemberian vaksin COVID-19 pada tenaga kesehatan di wilayah setempat terbukti efektif memberikan perlindungan dari kondisi terburuk.

"Hari ini, 90 persen tenaga kesehatan yang isolasi mandiri sudah bisa mulai masuk kerja dan kembali melayani masyarakat. Ini sebuah berita yang menggembirakan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan kepada mereka benar-benar efektif melindungi dari kondisi terburuk,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, Jumat.

Menurut Badai, kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah, yang sempat terpapar COVID-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini telah berangsur pulih.

Baca juga: Kapolri minta perkuat 3T di Kudus

Hingga 12 Juni 2021, 308 nakes terkonfirmasi positif COVID-19, 277 tenaga kesehatan dalam perawatan isolasi mandiri, dan 193 lainnya sudah dinyatakan sembuh.

Badai mengatakan nakes di Kudus tidak terlalu banyak terpapar COVID-19 setelah 6.000 nakes di wilayah itu menerima vaksin COVID-19 pada saat program vaksinasi yang dimulai periode Januari-Maret 2021.

“Hampir 100 persen nakes di Kudus yang berjumlah sekitar 6.000 orang telah menerima vaksinasi dosis satu dan dua. Dari jumlah tersebut, hanya 308 nakes yang terpapar atau sekitar 5,13 persen dari jumlah keseluruhan nakes dan sebagian besar di antaranya sudah sembuh dan mulai bekerja kembali,” ujar Badai.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Loekmono Hadi, Abdul Aziz Achyar, menyampaikan data terbaru pada Kamis (17/6), bahwa dari total 153 nakes yang terkonfirmasi kasus positif COVID-19 di rumah sakit tersebut, hanya 11 orang (7,1 persen) yang dirawat inap, 86 (56 persen) sisanya melakukan isolasi mandiri.

Kemudian dari 153 kasus konfirmasi COVID-19 tersebut 59 (38,5 persen) nakes RSUD dr Loekmono Hadi sudah dinyatakan sembuh. Hal ini menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 bagi nakes efektif mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian.

Baca juga: Panglima TNI: Tekan COVID-19 di Kudus dengan percepatan vaksinasi

Hingga Kamis (17/6), nakes dan tenaga penunjang kesehatan di Kudus yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 6.085 orang dan yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 5.888 orang.

Untuk mengantisipasi dan melakukan intervensi kesehatan di Kudus, Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan vaksin COVID-19 sejumlah 50 ribu dosis guna mempercepat cakupan vaksinasi di Kudus.

Hal ini merupakan upaya melindungi masyarakat Kudus dari COVID-19 karena terbukti vaksinasi memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sudah mendapatkannya lebih dahulu.

“Untuk saat ini kita sudah menggencarkan vaksinasi secara masal di Kudus, supaya nanti bisa melandaikan penularan COVID-19,” ujar Bupati Kudus, HM Hartopo.

Hartopo mengatakan, lonjakan kasus COVID-19 berawal dari pemudik yang pulang ke Kudus. “Perlu kita informasikan bahwa masyarakat jangan abai dengan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Vaksinasi sendiri sebetulnya hanya sarana meningkatkan imunitas. Supaya seandainya terpapar COVID-19 tidak bergejala berat,” katanya.

#ingatpesanibu
#vaksinmelindungikitasemua

Baca juga: PT Pura Kudus targetkan vaksinasi COVID-19 14.000 karyawan tuntas Juni
Baca juga: Anggota DPR sulap pesantren jadi RS Darurat COVID-19 di Kudus
Baca juga: Jumlah desa di Kudus yang masuk zona merah bertambah jadi 84 desa
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021