PM Ardern mendapat suntikan vaksin COVID-19 tanpa rasa sakit

PM Ardern mendapat suntikan vaksin COVID-19 tanpa rasa sakit

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mendemonstrasikan bagaimana ia membuat improvisasi pada masker pelindung saat pertemuan dengan pemimpin kesehatan masyarakat setempat, Dave Letele, melalui video, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Selandia Baru, dalam sebuah gambar yang diambil video bulan Agustus 2020. (ANTARA/Facebook/Jacinda Ardern/Handout via REUTERS/hp/cfo)

Wellington (ANTARA) - Perdana Menteri Jacinda Ardern menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 Pfizer pada Jumat, ketika Selandia Baru meningkatkan upaya untuk menginokulasi populasinya.

Selandia Baru menutup perbatasan dan menerapkan tindakan penguncian tegas untuk menjadi salah satu dari sedikit negara yang hampir memberantas COVID-19 di masyarakatnya, tetapi pemerintah menghadapi kritik karena peluncuran vaksin yang lambat.

"Saya tersenyum di balik masker," kata Ardern, saat dia duduk untuk menerima suntikan di pusat vaksinasi di Auckland, di mana media menyaksikan.

Baca juga: Selandia Baru akan vaksin COVID-19 orang berisiko tinggi
Baca juga: Selandia Baru izinkan vaksin COVID Pfizer-BioNTech


Menurut Ardern, dia tidak ingin menjadi orang pertama yang divaksin karena negara itu harus mendahulukan pekerja kesehatan garis depan. Namun, ia merasa perlu menjadi panutan untuk menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 aman dan efektif.

"Sangat penting untuk setiap orang divaksin ketika mereka mendapat kesempatan," kata dia setelah menerima suntikan vaksin.

"Memang benar ketika mereka mengatakan vaksin sebenarnya cukup bebas rasa sakit," tutur Ardern, menambahkan.

Sekitar 1 juta dosis vaksin Pfizer sejauh ini telah diberikan di Selandia Baru, negara berpenduduk 5 juta orang. Otoritas medis negara tersebut belum menyetujui penggunaan vaksin lain, termasuk AstraZeneca.

Negara itu sedang berupaya menginokulasi semua penduduk yang memenuhi syarat untuk divaksin pada akhir tahun, kata Ardern pekan lalu.

Tekanan telah meningkat pada pemerintah untuk mempercepat vaksinasi dan membuka kembali perbatasan negara. Ardern mengatakan lebih banyak orang yang divaksin akan semakin memperluas peluang dibukanya kembali perbatasan Selandia Baru.

Vaksinasi akan dialokasikan berdasarkan usia dengan orang di atas 60 tahun ditawarkan mulai Juli dan mereka yang berusia di atas 55 tahun mulai Agustus.

Mereka yang berusia di atas 45 tahun akan mendapatkan undangan vaksin dari pertengahan hingga akhir Agustus sementara mereka yang berusia di atas 35 tahun dari pertengahan hingga akhir September, dan semua orang akan memenuhi syarat mulai Oktober.

Sumber: Reuters

Baca juga: Selandia Baru dorong APEC bebaskan bea masuk barang esensial COVID-19
Baca juga: Selandia Baru mulai program vaksin Sabtu
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021