Dasco sarankan asrama haji jadi tempat perawatan pasien COVID-19

Dasco sarankan asrama haji jadi tempat perawatan pasien COVID-19

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (ANTARA/HO-DPR RI/am.)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah mengalihfungsikan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sebagai tempat isolasi dan perawatan pasien COVID-19 untuk sementara waktu.

Langkah tersebut menurut dia sebagai bentuk antisipasi agar pasien COVID-19 tetap dapat ditangani karena saat ini angka positif COVID-19 sedang meningkat.

"Saya minta kepada pemerintah agar Asrama Haji Pondok Gede dipersiapkan untuk menampung pasien COVID-19 yang tidak tertangani di rumah sakit. Karena tahun ini tidak ada kegiatan ibadah haji, jadi sebaiknya dimanfaatkan untuk hal lain," kata Dasco dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakan Dasco terkait angka pasien COVID-19 kembali meningkat di Indonesia, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi seperti Wisma Atlet Kemayoran mengalami lonjakan pasien dan terancam tidak menampung yang bisa berdampak pasien tidak cepat tertangani.

Baca juga: 700 warga jalani vaksinasi di Polsek Pasar Minggu
Baca juga: Warga Cilangkap lalai prokes sebabkan kasus positif masih tinggi
Baca juga: Fasilitas isolasi Rusun Nagrak Cilincing dapat bantuan 500 velbed


Dasco mengatakan, dalam pengelolaannya, Asrama Haji nantinya dikoordinir langsung oleh pemerintah via Kementerian Agama dan Rumah Sakit Haji.

"Sehingga untuk koordinasi dengan pemerintah pusat pun tetap mudah dan berjalan dengan baik," ujarnya.

Pernyataan Dasco tersebut merespons pemerintah yang berencana menambah tempat isolasi apabila Wisma Atlet Kemayoran dan sejumlah rumah sakit tidak lagi mampu menangani pasien COVID-19 dan Asrama Haji Pondok Gede dapat menjadi solusi.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menilai, ibadah haji dan ikhtiar menyembuhkan nyawa manusia adalah sama-sama ibadah, serta dalam agama membolehkan alih fungsi untuk sesuatu yang darurat dan bermanfaat.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021