Dirjen Pendidikan Vokasi pastikan kesiapan SMK-D2 Fast Track di PNB

Dirjen Pendidikan Vokasi pastikan kesiapan SMK-D2 Fast Track di PNB

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto (tengah). ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

Badung (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto melakukan kunjungan ke Politeknik Negeri Bali (PNB) untuk memastikan kesiapan PNB dalam mewujudkan program SMK-D2 Fast Track.

"Kunjungan saya ini untuk semakin memastikan segera berdirinya SMK-D2 Fast Track atau D2 jalur cepat yang kita dorong untuk segera didirikan di PNB. D2-nya itu kita nikahkan dengan SMK, jadi program SMK tiga tahun ditambah D2 tapi jalur cepat cukup tiga semester," ujar dia di Kabupaten Badung, Bali, Senin.

Ia mengatakan dalam program SMK-D2 fast track itu, dari tiga semester peserta didik akan mengikuti kuliah selama satu semester di kampus PNB yang dilanjutkan magang sembari kuliah di industri selama dua semester.

"Program ini merupakan link and match antara PNB, SMK serta industri karena sejak semester satu di SMK, pelajar SMK langsung diajar oleh tiga jenis guru, satu guru SMK, guru dari dosen PNB dan dosen industri yang ikut mengajar sejak kelas 1 SMK. Kurikulumnya juga disusun bersama tiga pihak itu," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf-Politeknik Negeri Bali bahas pengembangan desa wisata

Dari program itu, secara total PNB telah mengusulkan delapan program studi (prodi) untuk program SMK-D2 fast track, bersama dengan 32 SMK dan 48 Dudi.

Pihaknya berharap, program SMK-D2 Fast Track di PNB dapat segera terealisasi dan menghasilkan lulusan yang lebih berkompeten dan sesuai kebutuhan industri.

"Kalau targetnya harusnya secepat-cepatnya, kalau bisa tahun ajaran depan itu karena ini harus cepat-cepat membuat kurikulum bersama dengan SMK," ungkapnya.

Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi menambahkan PNB selama ini sudah mempersiapkan program SMK-D2 Fast Track sejak awal.

 Politeknik Negeri Bali satu-satunya politeknik negeri di Indonesia yang mengusulkan jumlah prodi dengan jumlah terbanyak yakni delapan prodi sekaligus.

"Kami kolaborasikan ini, anak-anak SMK yang sudah terbiasa dengan pendidikan vokasi, akan diasah kembali selama tiga semester dengan melibatkan Industri. Sehingga selama satu tahun di industri mereka akan bisa bekerja sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri," ungkapnya.

Baca juga: IPB: pendidikan vokasi tingkatkan kualitas SDM sesuai industri
Baca juga: Kampus Merdeka Vokasi diluncurkan untuk integrasikan pendidikan vokasi
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021