Satgas: 21 warga Karawang terpapar virus corona varian Delta

Satgas: 21 warga Karawang terpapar virus corona varian Delta

Petugas mengambil sampel lendir hidung untuk pemeriksaan tes cepat antigen COVID-19 pemudik secara gratis di Unit Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Balonggandu, Karawang, Jawa Barat, Minggu (16/5/2021). ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/hp

Karawang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebutkan 21 warga Karawang terpapar virus corona varian baru Delta dari India.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Karawang Fitra Hergyana di Karawang, Jawa Barat, Senin mengatakan ke-21 warga Karawang itu tersebar di sejumlah kecamatan antara lain Kutawaluya, Telukjambe Timur, Cikampek, Kotabaru, Telagasari, dan Cilamaya Wetan.

Dari jumlah 21 orang itu, satu orang telah meninggal dunia dengan penyakit penyerta. Sedangkan, sebanyak 20 orang saat ini dinyatakan sudah sembuh.

Fitra berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dengan terus menerapkan protokol kesehatan berupa menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan atau tidak berkerumun, dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

Ia mengatakan, hingga saat ini kasus harian COVID-19 di Karawang terus meningkat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karawang, pada Senin ini jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Karawang mencapai 22.460 kasus atau bertambah 252 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 888 orang di antaranya masih dirawat atau bertambah satu orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara, warga yang menjalani isolasi mandiri, jumlahnya bertambah 128 orang menjadi 959 orang.

Kemudian orang yang meninggal dunia pada Senin bertambah lima menjadi 688 orang. Sedangkan yang dinyatakan sembuh mencapai 19.925 atau bertambah 120 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Varian COVID Delta ditemukan di Depok-Karawang
Baca juga: Waspadai COVID-19 varian Delta dari mobilitas masyarakat Pulau Jawa
Baca juga: WHO: Secara global varian COVID Delta jadi dominan
Pewarta : M Ali Khumaini
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021