Mendes PDTT ajak perusahaan PMA bangun desa

Mendes PDTT ajak perusahaan PMA bangun desa

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar (kiri) saat menerima kunjungan PT Vale Indonesia di Jakarta, Rabu (23/6/2021). (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengajak perusahaan penanaman modal asing (PMA) menyinergikan program-program pemberdayaan masyarakatnya untuk pembangunan desa.

"Saya mengharapkan, melalui kemitraan dengan Kementerian Desa PDTT perusahaan PMA dapat menyinergikan program-program pemberdayaan masyarakatnya agar tidak menjadi program-program sporadis semata," ujar Mendes PDTT dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dengan sinergi program, lanjut dia, maka dapat menumbuhkembangkan produk unggulan desa dan kawasan pedesaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes Bersama, termasuk membantu pengembangan sentra-sentra ekonomi dan rumah tangga, melalui pertanian sehat, ramah lingkungan berkelanjutan, serta pengembangan olahan komoditas berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Baca juga: Mendes: Mengaktifkan pos jaga gerbang desa upaya desa bersih narkoba

Ia menyampaikan, kementeriannya telah menjalin kerja sama dengan PT Vale Indonesia melalui MoU untuk pembangunan desa-desa dan kawasan perdesaan yang menjadi binaannya.

Kerja sama itu juga melibatkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Itu adalah satu bentuk nyata pelibatan pemangku kepentingan beragam dalam berbagai upaya pembangunan desa dan kawasan perdesaan Indonesia.

"Saya mengapresiasi keterlibatan aktif PT Vale Indonesia. Meski berbasis penanaman modal asing, namun memiliki kepedulian yang kuat pada pembangunan desa dan kawasan perdesaan, serta pemberdayaan masyarakatnya, terutama pada sekitar lokasi yang terdampak operasionalnya," kata Gus Menteri, demikian ia biasa disapa saat menerima kunjungan PT Vale Indonesia.

Baca juga: Kemendes: Relawan desa bantu pelaksanaan PPKM mikro demi tekan kasus

Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menilai konsep program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) yang digagas PT Vale Indonesia dapat menjadi salah satu referensi program pembangunan perdesaan berbasis Public, Private, People Partnership (4Ps).

"Saya juga mengajak Vale Indonesia untuk mensinkronkan rencana program PKPM selanjutnya dengan program SDGs Desa yang tengah kami inisiasi," kata Gus Menteri menjelaskan soal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

SDGs, lanjut dia, telah menjadi tujuan pembangunan global, dan sudah saatnya pembangunan desa dan kawasan perdesaan juga mengacu pada tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan.

Desa, menurut dia, sebagai soko guru ekonomi bangsa, dapat memperlihatkan kontribusi nyata pada upaya pemulihan ekonomi nasional melalui pencapaian indikator-indikator SDGs Desa tersebut.

Baca juga: Mendes minta pejabat Kemendes PDTT tingkatkan sinergitas dan soliditas
Baca juga: Kemendes PDTT diminta revitalisasi kawasan transmigrasi di Merauke

 
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021